cerita pengalaman anak setan

.

.

.

.

flashback : tulang kegeser 2

1 November 2014
flashback : tulang kegeser 2

haiiiii aku kembali. sudah 20 hari aku gak nulis karena aku banyak tugas. oke, mumpung hari ini aku libur tugas dan aku akan menceritakan ceritaku.

keesokan harinya setelah aku melewatkan sesi foto bersama 1 kelasku, aku memberanikan diri untuk kembali ke sekolah. aku tidak tau kata pertama apa yang akan mereka katakan nanti. apakah aku akan diketawai? diejek? dikasihani? aku tidak tau. sudah memakai semua pakaian sekolahku. hanya 1 yang belum aku pakai yaitu ini

aku tidak tau namanya apa, tapi aku akan memakainya selama 2 minggu. aku dapatkan benda ini ketika hari setelah aku keluar dari rumah sakit.

aku sudah tiba disekolah, aku berjalan dengan santainya dan akhirnya aku naik ke lantai atas dan aku pun langsung ditanyai satu per satu temanku dan aku pun menjawab dengan santai "jatuh dari pohon" itu saja dan aku kembali ke kelasku.

pada saat dikelasku, beberapa guru menanyaiku dengan pertanyaan yang sama dan aku jawab dengan jawaban yang sama. pada saat aku sedang menulis, temanku Hilary, dia mau menyoret tangan yang di-gip ku ini. aku mengangguk dan hilari mengeluarkan spidol lalu menyoret namanya di lengan gip-ku. saat Hilary selesai menyoret namanya, teman sampingku kevin 2 langsung cemburu ke Hilary soalnya mereka ini sudah pacaran.

pada saat istirahat, beberapa temanku juga ingin lengan gip-ku dicoret dan aku meng-iyakan saja dan akhirnya lengan ku dicoret hingga memenuhi tempat.

pada saat civita beberapa hari kemudian setelah aku sekolah, aku pernah merasa sendirian yaitu tidak ikut bermain pada saat civita. permainannya kayak satu kelas harus berpegangan tangan, lalu pembinanya memasang ring ulahup ke badan salah satu temanku, dan temanku harus mengoper ring tersebut ke teman sampingnya tanpa menyentuhnya melainkan menggunakan kepala, badan, dan kaki mereka. aku waktu itu cuman duduk sendirian sambil melihat temanku berbahagia dan ketawa sedangkan aku tidak ada ekspresi.

sudah 2 minggu aku bersama gipku dan saatnya kami berpisah. aku kembali kerumah sakit dan aku lupa bawa benda itu tapi tidak apa apa lah soalnya kami akan berpisah untuk selama-lamanya. aku kembali ke dokter yang menyarani aku untuk pergi ke UGD dan pertama-tama lengan kiriku harus di-scan. setelah di-scan aku membawa gambaran x-ray ku ke dokter lalu saat dokter melihat gambarannya, dia menjelaskan bahwa tulang saya sudah kembali lurus dan tidak lagi kegeser. sekarang dokter memanggil suster untuk membawakan alat untuk melepaskan gip. aku disuruh berbaring di tempat tidur, lalu suster pun kembali dengan membawakan alat-alat pemotong gip. pertama aku melihat dokter sedang melihat-lihat alatnya sambil menaruh tangannya di dagu. lalu dokter sudah menentukan alat mana yang akan digunakan. dokter pun berbalik ke arahku sambil membawa alat yang terlihat seperti pemotong besi (apa emang pemotong besi?). lalu aku mengulurkan lenganku lalu dokter memasang maskernya lalu memulai memotong gipku dari atas ke bawah. aku mendengar gipku dipotong kesakitan dan akhirnya pemotongan selesai dan dokter menyuruh suster untuk mengambil alat untuk membuka gipku. suster pun mengoper alat itu ke tangan dokter lalu mulai membuka gipku dan akhirnya berhasil.

aku pun membangunkan badanku mencoba melakukan posisi duduk. lalu aku melihat tangan kiriku yang sudah sembuh. pada saat aku memutarkan tanganku pelan-pelan, rasanya seperti aku memiliki tangan baru karena sudah 2 minggu tidak digerakkan. aku dan ayahku berterima kasih kepada dokter dan suster dan kami pun keluar dari rumah sakit dan akhirnya kami pulang.

sekian cerita bagian keduaku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

flashback : tulang kegeser 1

12 Oktober 2014                                                                                
flashback : tulang kegeser I

aku akan menceritakan cerita hidupku saat tulangku kegeser dan momen ini masih teringat dalam pikiranku sejak kelas 7.

aku waktu itu sedang berjalan keliling gangku bersama beberapa tetanggaku. lalu aku melihat didalam rumah yang belum dihuni aku melihat pohon jepun. pohon itu memanjang hingga keluar tembok pembatas. aku tau beberapa orang di bali menginginkan bunga jepun yang tidak aku mengertikan. aku pun memanjat keatas tembok pembatas di rumah tanpa penghuni yang tingginya setubuhku, lalu aku menarik salah satu cabang pohon, lalu menggoyangkannya hingga beberapa untaian bunga jepun lepas dan terbang perlahan hingga menyentuh tanah. aku pun melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. lalu aku bertindak berlebihan. aku tidak tahu apa yang masuk kedalam otakku sehingga aku berencana untuk bergelantungan di cabang pohon. aku pun melakukan lompatan pendek sehingga aku berhasil mencapai cabang pohon itu dan menangkapnya dengan kedua tanganku lalu aku pun bergelantungan. beberapa detik kemudian aku pun melepaskan genggamanku lalu aku mendarat dengan sempurnya tanpa rasa sakit sedikitpun.

lalu aku mencoba untuk kedua kalinya, aku memanjat pohon jepun itu lagi lalu bergelantungan untuk kedua kalinya. pada saat bergelantungan, tiba-tiba cabang pohon itu patah lalu aku pun terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam.

aku pun mendarat dengan kedua lenganku dirapatkan ke tubuhku lalu aku merapatkan kedua kakiku dan akhirnya "PRAAAKKKK" aku memejamkan mataku untuk sementara, lalu aku membuka mataku dan ternyata aku masih hidup.

aku pun berdiri dengan rasa nyeri entah dimana karena aku tidak sempat melihat keadaanku lalu aku berjalan menuju rumahku dengan pelan-pelan. sesampainya dirumah, aku berjalan ke kamarku, lalu aku melihat ibukku sedang makan. langkah kakiku yang sedikit keras terdengar oleh telinga ibuku dan ia pun menoleh kebelakang lalu dia mengerutkan dahinya, melotot kebingungan lalu bertanya 
"kenapa cent? kok pucat gitu?" aku pun tidak mengeluarkan kata sedikitpun. yang hanya aku bilang cuman "gak kenapa" lalu aku membuka pintu kamarku lalu aku pun duduk ditempat tidurku dan aku pun bersandar di tempat tidur dan hanya beberapa detik aku memejamkan mata,  dan aku pun tertidur.

mataku terbuka lalu aku mencoba mem-fokuskan mataku, mencoba untuk melihat siapa yang membangunkan aku dan pengelihatan-ku mulai tampak jelas, dan pucatku mulai memudar dan aku pun memiringkan kepalaku dan aku pun melihat ibuku dan dia pun bertanya "kenapa kamu cent?" aku pun akhirnya menjelaskan apa yang baru saja terjadi. saat aku menjelaskan, ibukku melihat lengan kiriku sambil syok "ya ampun cent kok bisa gitu tanganmu?" 

tangan? aku pun dengan perlahan melirik lengan kiriku dan ternyata, pergelangan tanganku bengkak bagaikan tonjolan besar. aku pun menaikkan tubuhku mencoba untuk bangun tapi semakin banyak gerakan yang aku lakukan semakin sakit tanganku. aku pun mengangkat lengan kiriku perlahan-lahan dan menaruhnya di paha kiriku dan ibuku memeriksa dengan seksama. lalu dia berkata "harus dibawa ke klinik nih" sambil menunjukkan ekspresi ngeri saat dia melihat tonjolan di tanganku.

dari dalam kamar, aku bisa mendengar suara mesin mobil dan itu adalah ayahku yang sudah pulang dari pekerjaannya. ibuku keluar dari kamarku lalu mencari ayahku. lalu aku pun menyenderkan tubuhku lalu beberapa saat kemudian, kedua orang tuaku datang lalu ayahku melihat keadaanku lalu ayahku mengangkat lengan kiriku dengan agak cepat dan aku pun merasakan sakit yang tidak bisa aku bayangkan dan aku pun hampir mengeluarkan air seniku. lalu kita pun disuruh mandi untuk perjalanan ke klinik.

pada saat mandi, aku mendapati kesulitan saat mandi, aku saat menekan botol sabun aja aku sudah kesakitan, aku harus mengusapkan badanku dan rambutku dengan satu tangan. pada saat aku sedang mengusapkan rambutku dengan bahagia, ibuku teriak untuk mempercepat mandi cantikku karena keluargaku sudah siap dan ayahku sudah menghidupkan mesin mobilnya. lalu aku pun dengan cepat mengusapkan rambutku dan ada 1 lagi kesulitan saat aku mandi yaitu menyikat gigi. aku merasa kesulitan saat membuka penutup pasta gigi dan mengoleskannya ke sikat gigi. tapi dengan rasa sabar dan rasa nyeri, aku bisa melakukannya. aku pun selesai mandi dan aku pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. aku pun mengambil barang-barangku untuk dibawa pergi, mengunci pintu, pergi ke mobil, dan kita pun berangkat.

kita pun tiba di rumah sakit yang sudah aku lupa namanya. kita pun berjalan masuk dan aku dan ayahku pergi ke lobby dan ayahku mencari resepsionis dan dia pun bertanya-tanya tentang dokter ahli tulang atau semacamnya. lalu ayahku pun mendapat kertas bertulisan angka dan aku dan ayahku duduk di kursi bersi yang dipenuhi lubang di seluruh ruang dan kami pun menunggu sedangkan kedua adikku dan ibukku pergi mencari cemilan. 

"nomor (sekian) harap masuk ke ruangan" suara wanita dari speaker yang dipasang di sudut atap yang membangunkan aku dari tidurku. kami pun bangun dari bangku besi lubang itu dan kami pun berjalan menuju ruangan yang dipandu oleh suster. di dalam ruangan, aku melihat dokter sedang menuliskan sebuah berkas dengan kacamatanya dan pada saat dia menoleh ke arah kami, dia menaruh pupennya, menutup berkasnya, dan dia pun berdiri sambil berkata "silahkan duduk" lalu kami pun duduk dan dokterpun juga duduk sedangkan suster sedang menata alat-alat tersebut dengan rapi lalu berdiri dibelakang kami.

"apa masalahnya" dokter bertanya dengan lembut
"anak saya jatuh dari pohon" 
"coba saya liat bagian mana yang sakit" sambil memajukan lengan kananya ke arahku

aku pun dengan perlahan dan kesakitan mengangkat lengan kiriku dibantu oleh lengan kananku lalu menaruhnya di meja. dokter pun melihat dengan sesama sambil mengecek lenganku. lalu dokter pun menyarankan untuk menyinari lenganku dengan sinar-x yang tentunya bukan di rumah sakit ini, melainkan di UGD. kami pun mendapat cukup informasi dan kami pun berdiri bersama dokter dan ayahku dan dokter berjabat tangan untuk berterima kasih lalu kamu pun keluar dari ruangan yang pintunya dibukakakn oleh suster sambil berkata "terima kasih".

saat diluar ruangan, aku melihat kedua adikku sedang asyiknya makan cemilan yang akan habis sedangkan ibuku sedang bermain tab nya. pada saat mereka melihat kita keluar dari ruangan, mereka hening sejenak dan mereka pun menghampiri kami dan bertanya beberapa pertanyaan. aku mungkin tidak ingat pertanyaan apa saja yang ditanya oleh salah ketiga keluargaku. dan kami pun pergi ke lokasi UGD yang sudah disarankan oleh dokter.

kami pun tiba di UGD. lalu aku memasuki ruangan. lalu ayahku mencari dokter yang namanya sudah diberi tahu oleh dokter. kami pun akhirnya menemukan dokter yang kita cari. lalu ayahku menjelaskan apa yang baru saja aku katakan dan kata dokter. lalu aku pun diajak ke sebuah kamar dan aku melihat setiap kasur memiliki tembok yang berupa korden berwarna hijau yang bergelombang. aku pun disuruh mengganti baju sebelum memulai operasi penggeseran tulang. lalu aku menuruti kata-kata dokter dan salah satu karyawan sudah menyiapkan baju dan celana berwarna hijau sama seperti yang dipakai oleh dokter dan karyawan tadi. aku pun akhirnya mengganti baju.

aku pun akhirnya memakai baju dan aku pun merasa seperti salah satu karyawan muda di UGD. aku pun sudah ditunggu oleh ayah dan dokter saat aku keluar dari ruangan. lalu dokter membalikkan badan lalu berkata "ayo ikut" aku pun hanya menuruti kata dokter. pada saat berjalan melewati meja resepsionis, aku bisa melihat dikiriku ada kedua adikku dan ibuku yang melihat aku memasuki ruangan lalu pandanganku teralih oleh tembok saat aku berpindah arah dan aku pun melanjutkan jalanku bersama dokter.

lalu aku disuruh menaruh sandalku yang dari tadi menemani kakiku di rak sepatu yang sudah disediakan. aku pun berjalan hingga aku berada di beberapa inci jarakku dengan rak sepatu. aku pun melepaskan kedua sandalku lalu aku menjepitnya dengan kakiku dan aku pun mengangkatnya dan menaruhnya ditengah rak sepatu dan aku pun kembali menemui dokter dan akhirnya aku memasuki ruangan yang tak biasa bagiku. aku melihat tembok yang dilapisi dengan cermin, kasur tepat ditengah ruangan, beberapa alat-alat, dan cermin diseluruh sudut kiri tembok.

aku pun langsung gugup. apakah ini akan menjadi akhiratku? aku harap tidak. dokter menyuruhku untuk tiduran di kasur yang selimut dan bantalnya berwarna putih polos dan tak bermotif.

aku pun sudah tiduran, lalu aku menggerakkan tubuhku mencoba untuk mencari posisi yang aman untuk tiduran. lalu aku memiringkan kepalaku ke samping dan aku melihat subuah 2 tabung gas dengan selang yang ujungnya ada sebuah penutup mulut dan hidung. lalu aku mengalihkan mataku ke dokter yang sedang berbicara kepada suster. lalu, mereka pun selesai bicara dan mereka pun menghampiri aku. lalu aku melihat dokter sedang mengambil penutup mulut dan hidung yang dihubungi dengan selang dan gas yang sudah aku ceritakan tadi dan menempelkannya di mulut dan hidungku. 

"oke. kamu harus bernafas pakek hidung keluar lewat mulut. hanya itu saja. mengerti?" aku pun mengangguk. lalu aku pun mulai bernafas lewat hidung, keluar lewat mulut. pada saat hirupan utama, gas ini baunya asing bagiku dan gas ini membuatku ngantuk berat. lalu aku bernafas untuk kedua kalinya dan keluar lewat hidung. sejak hirupan kedua, aku sudah tertidur.

aku pun membuka mataku tapi pengelihatanku masih pudar. aku menutup mataku untuk beberapa detik, lalu aku membukanya kembali. aku pun melihat sesuatu yang aneh. terakhir sebelum aku tertidur, aku berada di ruang yang seperti ruang interogasi dan sekarang aku berada di dalam ruangan yang disampingku ada kasur kosong yang tertata rapi dan aku masih terbaring dalam kasur tapi aku diselimuti dan kepalaku membentur sebuah kasur. oh tidak! aku sudah mati! sebelum aku sempat panik, aku melihat ayahku dan dokter sedang berbincang-bincang didepan kasurku. ternyata aku belum mati. lalu saat aku membangunkan tubuhku. aku merasakan sesuatu yang berat di lengan kiriku. aku pun melihat dengan langsung dan ternyata lenganku sudah di-gip yang berwarna putih dan saat aku menyentuh dan mengetuknya dengan pelan ternyata gip ini keras. lalu aku pun bangun dan aku disuruh untuk mengganti baju oleh dokter.

aku pun mengganti bajuku dengan 1 tangan dan aku merasa beberapa kesulitan tapi bisa aku atasi. saat aku keluar dari ruang tidurku, aku lupa memakai sandalku. aku pun berjalan ke tempat dimana aku menaruh sandalku dan ternyata jaraknya tidak jauh. aku pun mengambil sandalku dan memakainya dan aku pun keluar dari ruangan dan aku tiba di lobby.

lalu aku melihat didepan meja resepsionis, aku melihat ibuku sedang tidur dengan posisi duduk dan kepala dimiringkan sedangkan kedua adikku tidur dengan kepala di kedua paha ibuku. berapa lama aku tidur? aku pun berjalan keliling mencoba mencari jam dinding dan aku pun melihat jam dinding. sekarang sudah jam 4 pagi. ya ampun. lama sekali aku tertidur lelap tanpa mimpi sedikitpun. lalu aku melihat ayahku sedang membayar dan dia menyuruhku untuk membangunkan mereka dan aku pun menuruti.

aku pun berjalan dan menggoyangkan pundak kiri ibuku dan dia pun langsung bangun dengan mata kantuk. "ayo ma, sudah mau pulang" ibuku langsung membangunkan kedua adikku dan mereka pun bangun. mereka pun sudah bangun lalu menyiapkan barang-barang mereka dan kami pun pulang dan 1:30 jam kemudian kedua adikku harus kesekolah. dan saat tiba dirumah, aku pun berjalan ke kamarku lalu aku ganti baju dan aku pun menyandarkan diriku dan aku membantali lenganku yang di gip dan aku pun tertidur. 

tambahan : aku tidak sempat masuk untuk 1 hari setelah aku pulang dari UGD. padahal kelasku lagi mengadakan sesi foto bersama 1 kelas dan aku pun tidak hadir. padahal disana masih ada 1 ruang untukku.

sekian cerita blogku yang bagian 1 dan tunggu bagian keduanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS