14 November 2014
renang + ending
hai semua... hari ini aku akan menceritakan pengalamanku waktu aku berenang bersama teman dan guruku. cerita ini dimulai hari sesudah aku kena razia dan hari sebelum aku ultah. dan ini adalah cerita terakhirku. jangan khawatir, bukannya aku sudah stop menulis tapi aku akan move on dari anak genderuwo berdarah cina ke pocong chupa chups. aku sudah menulis awal cerita pocong-ku ini. oke langsung saja kita ke cerita.
aku sudah tiba di kolam renang jam 05:30. aku diantar oleh ibuku. aku melihat gerbang masuk kolam renang yang sudah terbuka dan masih sepi. aku kepagian atau aku salah informasi? aku tidak tau. aku menunggu temanku datang dengan duduk di salah satu pilar, sedangkan ibuku sedang asyiknya main tab-nya di motor.
lalu aku melihat beberapa orang sedang berlari pagi untuk menyegarkan tubuh mereka.. aku merasa kalau aku juga harus menyegarkan tubuhku. aku berdiri di pilar tempat aku duduki tadi lalu aku meminta ijin ke ibuku tapi aku tidak diijinkan dengan suara yang membentak. setelah beberapa kali aku memohon akhirnya dijinkan juga. aku mulai mempersiapkan posisi lariku, lalu aku mulai berlari sekitar ratusan meter tanpa berjalan sedikit pun, lalu aku kembali lagi ke kolam renang tanpa berjalan ataupun berhenti.
setelah aku berlari untuk menyegarkan tubuhku, jantungku berdetak sangat cepat. aku menaruh tanganku dilutut, lalu aku mengambil nafas yang banyak dan besar sampai jantungku berdetak normal.
saat jantungku berdetak normal, aku pun kembali duduk di pilar dan masih tidak ada salah satu temanku yang datang. setelah aku menunggu cukup lama, temanku, adhista datang dengan motornya sendiri.
dengan kedatangan adhista, ibuku mulai menutup tab-nya lalu mulai pergi pulang. lalu adhista ngomong setelah ibuku pergi jauh dari pandanganku
"masih kosong ya?"
"ya"
"bima belum datang ya?"
"belum. kerumahnya aja yuk?"
"yuk"
adhista menghidupkan mesinnya, lalu aku mulai membonceng adhista dan kami pun berangkat kerumahnya adhista dengan kebutan yang melebihi batas dan saat dia membelokan motornya seperti belokan para atlit moto GP.
setelah tiba dirumah bima, aku melihat rumahnya lewat gerbang yang terbuka. dan aku melihat dia sedang bermain bola dengan memakai baju olah raga. dalam sekejap dia melihat kedatangan kita lalu kita mulai berbincang bincang.
saat kami sedang berbincang-bincang, bima lagi satu datang. saat kedatangan bima, bima mulai masuk ke rumahnya lalu dia mulai menggosok gigi lalu dia pamit ke orang tuanya lalu kita pun berangkat ke kolam.
setelah kami tiba dikolam, ternyata hampir semua temanku pada datang. kita pun memarkirkan motor lalu berjalan masuk ke kolam renangnya.
kami berjalan sambil melihat kolam renangnya lalu kami menaruh tas kami di balebengong. lalu kami berbincang-bincang tentang masalah raziaku.
beberapa lama kemudian, guru olah raga memanggil semua murid kelas 7 untuk senam lalu lari keliling halaman kolam renang sebanyak 3x. lalu kami melanjutkan berbincang-bincang tentang razia yang dialami oleh teman-temanku.
setelah kelas 7 selesai berlari keliling kolam renang, mereka mulai menyelam ke kolam yang mencukupi tubuhnya. sekarang giliran kelas ku untuk senam. hampir semua temanku pada buka baju olahraganya karena guru bilang "gak boleh renang memakai pakaian olah raga sekolah".
semua temanku pada berkumpul. pertama kita semua berdoa yang seharusnya dilakukan disekolah tapi dilakukan di kolam renang. lalu kita mulai senam. lalu kita mulai lari berkeliling sebanyak 3x. setelah berlari keliling, julio menanyai guru "boleh renang atau gak?" lalu guru mengangguk lalu kita pun mulai meloncat ke kolam renang yang sangat dalam, gak semua temanku. sebelum aku sempat melompatkan diriku ke kolam, aku menyuruh ariel untuk chokeslam aku. lalu ariel pun mau dengan senang hati. ariel pura-pura mencekik aku, lalu menarik aku keatas (sebenarnya aku menarikkan diriku biar dikira ariel itu kuat) lalu membantingku tepat diatas air. setelah aku dihantam cukup keras, awalnya aku kira terasa sakit, ternyata tidak sama sekali. aku menyuruh ariel untuk ikut berenang di kolam yang dalam tapi dia gak mau karena gak bisa renang. masa? badan gede, berotot, sering menang main panco, nge-gym, gak bisa renang?memalukan.
aku dan beberapa temanku sudah dikolam renang, lalu aku melihat julio sedang mempersiapkan dirinya untuk leap of faith ke kolam renang. akhirnya julio pun berlari ke arah kolam, melompat, lalu dia merentangkan kedua lengannya dan merapatkan kedua kakinya, dan akhirnya kepalanya dia tundukkan dan akhirnya dia telah melakukan leap of faith yang sempurna hingga percikan airnya mengenai wajahku yang gantengnya minimal.
aku berenang ke kolam yang diramaikan oleh temanku. lalu aku menghampiri ariel untuk mencoba salah satu finisher WWE. ariel attitude adjustment 4x ke aku dan aku samoan drop 5x ke ariel dan tidak ada rasa sakit sedikit pun.
kita sudah semakin lama berenang, pak guru menyuruh kita untuk mandi dan kembali ke sekolah. kami semua yang ada di kolam keluar dari kolam renang dan kami pun berjalan ke bale bengong untuk mengambil alat mandi, baju, dan handuk. aku mandi nya terakhir-terakhir aja soalnya semua shower sudah penuh. pada saat semua sedang menggosok rambutnya dengan sampo mahalan dengan disirami air shower, tiba-tiba air showernya berhenti mengeluarkan air. semua teman yang samponya masih nempel di rambut, sebagian membutakan mereka. lalu pak guru menunjuk ke salah satu toilet yang kecil nya sekitar 1x1.
"tuh di toilet sana ada air"
lalu semua temanku yang memakai sampo berlari berbarengan ke toilet harapan satu-satunya sambil berteriak "AIR!AIR!AIR!" aku ini merasa bahwa air adalah satu-satunya harapan bagi mereka.
saat sampo sudah mengalir keluar dari rambut mereka, mereka pun akhirnya mengambil handuk dan seragam sekolah untuk ganti baju. selain itu aku melihat toilet lainnya ada 3 temanku sedang membasahi tubuhnya dengan pakaian renang yang masih terpakai. aku ikutan aja ahh.
aku pun berada ditoilet bersama 3 temanku lalu kami mulai membasahi tubuh kami lalu kami pun pergi ke bale bengong mengambil handuk dan baju untuk berpakaian.
setelah berpakaian, aku menaruh semua pakaian renangku yang kotor ke dalam plastik, lalu aku mulai membayar harga masuk ke kolam renang, dan aku dan adhista keluar dari gedung kolam renang dan kami pun pergi ke warung terdekat untuk makan karena tadi pagi hampir semua temanku belum sarapan
sekian cerita blogku dan selamat tinggal anak genderuwo berdarah cina dan selamat datang kepada pocong chupa chups. bagi yang gak tau linknya nih aku berikan kepada kalian (www.pocongchupachups.blogspot.com)
renang + ending
Ultahku lagi
12 November 2014
Ultahku lagi
hai semua.... hari ini aku akan menceritakan pengalamanku waktu aku ulang tahun. siapa disini yang tau kapan aku ulang tahun? pasti kalian pada tahu. oke langsung saja aku ceritakan
aku sedang bangun tidur, lalu aku mendapat bbm dari seseorang, 2 orang. aku mencoba membaca tulisan yang ditulis temanku tapi karena kotoran mataku yang menghalangi pandanganku. lalu aku pun mengucek mataku lalu pandanganku mulai jelas sedikit. lalu aku melihat salah satu bbmnya dan kata yang mereka tulis adalah "cent..." lalu aku menjawab salah satu bbm mereka "apa?" lalu mereka menjawab "HBD cent" aku pun juga sadar bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-15. lalu aku menjawab "makasih". lalu aku bangun dan mengambil posisi duduk di tempat tidurku lalu aku mulai menyegarkan tubuhku dengan mengeluarkan suara tulangku. dimulai dari leher, tangan, lengan, dan punggung (bukan bercanda). lalu aku berdiri dengan tubuhku dari kaku menjadi lemas dan aku keluar dari kamarku untuk mengambil handukku untuk mandi. lalu aku melihat langit-langit ternyata udah pagi terang. aku pun kembali masuk ke kamarku lalu aku mandi.
setelah aku sudah memakai semua seragamku untuk sekolah, aku pun keluar dari kamarku untuk memakai sepatu dan meminum kopi. aku pun membuka pintuku dan aku melihat ibuku dan adikku yang cewek sedang asyik-asyiknya berbicara gak jelas. lalu mereka melihatku dan adikku yang cewek mengatakan "selamat ulang tahun co" lalu ibuku juga ikutan ngomong selamat ke aku. lalu aku hanya membalasnya dengan senyuman yang berlebihan. lalu aku mulai memasang sepatuku dan aku pun meminum kopiku yang hangat sampai habis lalu kami pun berangkat ke sekolah.
pada saat istirahat, aku keluar dari kelas lalu aku melihat temanku yang gak bisa tinggi-tinggi, Rina. aku pun memanggil Rina, lalu dia menolehku lalu dia teriak "OH IYA HAPPY BIRTHDAY CENT" sambil memberi salam kepadaku. lalu lion dan axel berencana untuk makan-makan. jadi aku tentukan tempat mana yang akan kita pergi. aku pun sudah menentukan dan aku memilih kefcek (KFC) lion dan axel pun setuju dan kami harus tiba di kefcek jam 3.
jam sudah menunjukkan jam 3, aku sudah tiba di kefcek sedangkan yang lain belum datang. lalu aku pun menunggu mereka sambil bermain "let's get rich". pada saat bermain, aku mendapat bbm dari lion,
"dimana khe"
"aku di kefcek"
"aku juga"
aku pun melihat keliling lalu aku melihat sammy dan lion. mereka pun langsung duduk semeja sama aku. lalu kami pun main-main gadget kami sendiri sambil menunggu bima dan axel. lalu sammy pun mulai laper
"cent langsung aja yuk makannya?"
"ayo dah"
kami pun berdiri lalu kami pun berjalan untuk memesan makanan. setelah kami mendapat makanan yang sudah kami pesan, kami pun berjalan kembali ke meja lalu kami pun mulai memakan.
pada saat kita selesai makan, axel dan bima baru datang ke kefcek. axel dan bima pun melihat bingung karena kami sudah selesai makan
"cent aku gak dapet?" tanya axel
"ya aku juga" lanjut bima
aku pun langsung memberikan uang untuk axel lalu axel dan bima pergi memesan makanan. lalu axel dan bima pergi ke meja sebelah kami lalu mereka pun makan dengan rakus.
setelah selesai makan, kami pun berencana untuk karaokean di lantai atas. dan kami pun akhirnya setuju. kami semua sudah selesai makan dan minum lalu kami pun berjalan menuju ruang karaoke.
kami pun tiba di ruang karaoke. kami semua memasuki ruangannya. kami semua duduk di sofa berwarna biru sedangkan axel seadng menyalakan AC. lalu aku dan bima mengambil mic dan kami mulai bernyanyi dengan semacam teknik menyanyi seperti growl, screamo, pit squad, dan beatbox. lalu kami saling mengoper mic untuk bernyanyi bergiliran.
razia
5 november 2014
razia
hai, hari ini aku akan menceritakan ceritaku kemarin waktu aku kena razia.
aku waktu itu sedang disekolah. aku lagi asyik-asyiknya main bersama kevin dan teman-teman lainnya karena sudah jam pulang sekolah. lalu beberapa jam kemudian, kevin memintaku untuk mengantarkan dia pulang. lalu aku pun mengiyakan karena aku ini setia kawan. akhirnya kami pun berjalan kaki berdua mencari tempat parkir. pada saat aku tiba di parkir, ternyata motorku dihalang sama motor lain. aku pun sempat marah dihati "orang gila macam apa ngandang (menghalang) motor orang sembarangan?" lalu aku memundurkan motor orang lalu motorku sudah punya jarak untuk dikeluarkan. saat motorku sudah keluar, aku mengembalikan motor orang ke tempat motor itu mengandang motorku. lalu aku menghidupkan mesin motorku, lalu kevin mulai naik ke motorku dan akhirnya kami berangkat ke rumahnya kevin sambil berbincang-bincang tentang aku hampir berkelahi sama orang.
pada saat aku tiba didepan gangnya kevin, aku memutarkan motorku, lalu aku mulai mengendarai pulang sambil mendengar kevin bilang "hati-hati cent" aku menjawab dengan teriak diikuti angin "yaa"
pada saat aku dijalan, aku melihat dari jauh ada tanda "sedang perbaikan jalan" yang ditaruh di tengah jalan tapi aku bisa melewatinya. pada saat aku berhasil melewati tanda yang menghalang, aku melihat polisi yang merentangkan lengan kanannya kedepan dan tangannya diangkat keatas sambil merapatkan jari-jarinya yang terbungkus sarung tangan yang artinya berhenti. aku melihat polisi aja udah berdetak kencang jantungku apalagi disuruh ikuti polisi.
lalu polisi itu mengipaskan tangan kanannya keatas lalu kebawah berkali kali kearahku. aku pun mulai mengikuti polisi lalu ban motorku menginjak tanah apotik. aku pun mematikan mesin motorku lalu memasang dongkrak dan aku masih diam dimotor dengan perasaan takut lalu memucatlah wajahku. lalu polisi mendekati aku. aku gak bisa melihat wajahnya karena dia pakai kacamata hitam dan masker.
"dimana SIM dan STNK kamu?" tanya polisi dengan tegas
"gak punya pak" jawabku dengan sedikit pelan dan gemeteran. lalu polisi melihat-lihat motorku lalu dia mulai bertanya lagi tapi kali ini dia bertanya lebih tegas dari sebelumnya
"apa isi jokmu?"
" gak ada " jawabku dengan takut
"coba lihat" pinta polisi
aku pun mulai keluar dari motor, mengambil kunci motorku, lalu aku mulai mencari lubang kunci untuk membuka jokku dan akhirnya ketemu. aku pun memasukkan kunci motorku kedalam lubang kunci dan aku mulai memutarnya dan ada suara "klik" secara mendadak saat aku memutari kuncinya. lalu aku membuka joknya dan ternyata cuma berisi buku asuransi.
polisi pun meihat lalu bertanya dengan tegas yang mulai berkurang
"ini aja isinya?"
"ya" jawabku dengan rasa takut yang mulai memudar
"yaudah. kamu bawa motornya kesana." sambil merentangkan lengan dan tangannya dengan lurus sambil merapatkan jarinya diikuti dengan arah lengan dan tangannya. lalu aku pun mengangguk dan aku menutup jokku sampai terdengar bunyi "klik" lagi sekali. lalu aku dengan berdiri menggenggam setirannya dan aku melepaskan joknya dan aku berjalan sambil mendorong motorku ke tempat yang ditunjuk polisi tadi.
lalu aku memarkirkan motorku. dan aku melihat polisi lagi satu tapi yang gemuk. lalu aku mendengar polisi bertanya kepada polisi yang tadi menilangku
"ditilang nih?" bertanya dengan suara agak senang
"ya" teriak polisi yang tadi menilangku
lalu polisi yang gemuk memanggilku
"sini dulu dik" pintanya dengan tenang. perasaanku mulai lega karena aku sudah merasa kalau polisi ini baik. terdengar dari suaranya yang tenang dan agak berserak.
lalu aku berjalan ke polisi. lalu dia mulai bertanya
"dimana SIM dan STNK adik?" tanya polisi gemuk dengan tenang
"gak punya pak" jawabku
"kamu masih apa? SMP? SMA?" tanya polisi gemuk sambil melihat identitas bajuku. karena bajuku ditutupi rompi, polisi gak bisa liat aku sekolah dimana. lalu aku menjawab
"SMP pak" jawabku
"kamu mau kemana?" tanya polisi gemuk lagi
"pulang" jawabku
"helm mu mana?" tanya lagi
"gak bawa" jawabku
"kenapa?" tanya lagi
"soalnya jarak rumahku sama sekolahku dekat" jawabku dengan menjelaskan yang sejujurnya.
"yaa, walaupun dekat jauhnya rumahmu, harus tetap pakai helm. kalau kamu pakai helm pasti kamu gak kena tilang." polisi gemuk menyarankan dengan tenang
"oke pak" jawabku
lalu polisi mulai membuka buku yang tidak aku ketahui lalu dia mulai bertanya lagi.
"namamu siapa?" tanya polisi
"vincent" lalu polisi mulai menuliskan namaku walaupun mengalami kesulitan di awal namaku. lalu polisi mulai menanya
"pakai huruf V?"
"ya" jawabku lalu aku mulai membantu polisi gemuk mengeja namaku
lalu aku lihat polisi menulis lalu melihat motorku berulang kali dan aku hanya diam-diam melihat pengendara lainnya ditilang. lalu polisi memanggil namaku lalu dia memberikan pulpennya kepada ku untuk menandatangani surat pelanggarannya. aku pun mulai menandatangani surat pelanggarannya walaupun tanda tanganku jelek tapi polisi tidak menghiraukannya. lalu dia mulai memberitahuku
"oke nanti adik akan mengadakan sidang tanggal 26 november besok. nanti surat ini kasih ke orang tua adik ya?" sidang? aduh pasti aku bakalan dipenjara atau gak jadi DKP. lalu polisi gemuk melanjutkan
"sekarang mana kuni motornya?" pinta polisi untuk meminta kunci motorku. lalu aku memberikan kunci motorku lalu polisi melanjutkan "sekarang kamu pulang jalan kaki sambil dibawa tasnya ya?"
"ya pak" jawabku
lalu aku mulai mengambil tasku dan aku mulai berjalan kerumah dan memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai dirumah.
sekian ceritaku
P.S: aku sempat dimarahi ibuku saat aku memberikan surat pelanggaranku sedangkan ayahku cuma bertanya dengan sabar kenapa sampai aku ditilang dan kata ayahku bahwa ayahku punya teman. dan teman ayahku punya ibu yang kerja di kantor polisi yang dekat dengan rumahku. dan katanya motornya akan diambil keesokan harinya yaitu hari ini. berapa pun dendanya akan aku kembalikan.
flashback : tulang kegeser 2
1 November 2014
flashback : tulang kegeser 2
haiiiii aku kembali. sudah 20 hari aku gak nulis karena aku banyak tugas. oke, mumpung hari ini aku libur tugas dan aku akan menceritakan ceritaku.
keesokan harinya setelah aku melewatkan sesi foto bersama 1 kelasku, aku memberanikan diri untuk kembali ke sekolah. aku tidak tau kata pertama apa yang akan mereka katakan nanti. apakah aku akan diketawai? diejek? dikasihani? aku tidak tau. sudah memakai semua pakaian sekolahku. hanya 1 yang belum aku pakai yaitu ini
flashback : tulang kegeser 1
12 Oktober 2014
flashback : tulang kegeser I
aku akan menceritakan cerita hidupku saat tulangku kegeser dan momen ini masih teringat dalam pikiranku sejak kelas 7.
aku waktu itu sedang berjalan keliling gangku bersama beberapa tetanggaku. lalu aku melihat didalam rumah yang belum dihuni aku melihat pohon jepun. pohon itu memanjang hingga keluar tembok pembatas. aku tau beberapa orang di bali menginginkan bunga jepun yang tidak aku mengertikan. aku pun memanjat keatas tembok pembatas di rumah tanpa penghuni yang tingginya setubuhku, lalu aku menarik salah satu cabang pohon, lalu menggoyangkannya hingga beberapa untaian bunga jepun lepas dan terbang perlahan hingga menyentuh tanah. aku pun melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. lalu aku bertindak berlebihan. aku tidak tahu apa yang masuk kedalam otakku sehingga aku berencana untuk bergelantungan di cabang pohon. aku pun melakukan lompatan pendek sehingga aku berhasil mencapai cabang pohon itu dan menangkapnya dengan kedua tanganku lalu aku pun bergelantungan. beberapa detik kemudian aku pun melepaskan genggamanku lalu aku mendarat dengan sempurnya tanpa rasa sakit sedikitpun.
lalu aku mencoba untuk kedua kalinya, aku memanjat pohon jepun itu lagi lalu bergelantungan untuk kedua kalinya. pada saat bergelantungan, tiba-tiba cabang pohon itu patah lalu aku pun terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam.
aku pun mendarat dengan kedua lenganku dirapatkan ke tubuhku lalu aku merapatkan kedua kakiku dan akhirnya "PRAAAKKKK" aku memejamkan mataku untuk sementara, lalu aku membuka mataku dan ternyata aku masih hidup.
aku pun berdiri dengan rasa nyeri entah dimana karena aku tidak sempat melihat keadaanku lalu aku berjalan menuju rumahku dengan pelan-pelan. sesampainya dirumah, aku berjalan ke kamarku, lalu aku melihat ibukku sedang makan. langkah kakiku yang sedikit keras terdengar oleh telinga ibuku dan ia pun menoleh kebelakang lalu dia mengerutkan dahinya, melotot kebingungan lalu bertanya
"kenapa cent? kok pucat gitu?" aku pun tidak mengeluarkan kata sedikitpun. yang hanya aku bilang cuman "gak kenapa" lalu aku membuka pintu kamarku lalu aku pun duduk ditempat tidurku dan aku pun bersandar di tempat tidur dan hanya beberapa detik aku memejamkan mata, dan aku pun tertidur.
mataku terbuka lalu aku mencoba mem-fokuskan mataku, mencoba untuk melihat siapa yang membangunkan aku dan pengelihatan-ku mulai tampak jelas, dan pucatku mulai memudar dan aku pun memiringkan kepalaku dan aku pun melihat ibuku dan dia pun bertanya "kenapa kamu cent?" aku pun akhirnya menjelaskan apa yang baru saja terjadi. saat aku menjelaskan, ibukku melihat lengan kiriku sambil syok "ya ampun cent kok bisa gitu tanganmu?"
tangan? aku pun dengan perlahan melirik lengan kiriku dan ternyata, pergelangan tanganku bengkak bagaikan tonjolan besar. aku pun menaikkan tubuhku mencoba untuk bangun tapi semakin banyak gerakan yang aku lakukan semakin sakit tanganku. aku pun mengangkat lengan kiriku perlahan-lahan dan menaruhnya di paha kiriku dan ibuku memeriksa dengan seksama. lalu dia berkata "harus dibawa ke klinik nih" sambil menunjukkan ekspresi ngeri saat dia melihat tonjolan di tanganku.
dari dalam kamar, aku bisa mendengar suara mesin mobil dan itu adalah ayahku yang sudah pulang dari pekerjaannya. ibuku keluar dari kamarku lalu mencari ayahku. lalu aku pun menyenderkan tubuhku lalu beberapa saat kemudian, kedua orang tuaku datang lalu ayahku melihat keadaanku lalu ayahku mengangkat lengan kiriku dengan agak cepat dan aku pun merasakan sakit yang tidak bisa aku bayangkan dan aku pun hampir mengeluarkan air seniku. lalu kita pun disuruh mandi untuk perjalanan ke klinik.
pada saat mandi, aku mendapati kesulitan saat mandi, aku saat menekan botol sabun aja aku sudah kesakitan, aku harus mengusapkan badanku dan rambutku dengan satu tangan. pada saat aku sedang mengusapkan rambutku dengan bahagia, ibuku teriak untuk mempercepat mandi cantikku karena keluargaku sudah siap dan ayahku sudah menghidupkan mesin mobilnya. lalu aku pun dengan cepat mengusapkan rambutku dan ada 1 lagi kesulitan saat aku mandi yaitu menyikat gigi. aku merasa kesulitan saat membuka penutup pasta gigi dan mengoleskannya ke sikat gigi. tapi dengan rasa sabar dan rasa nyeri, aku bisa melakukannya. aku pun selesai mandi dan aku pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. aku pun mengambil barang-barangku untuk dibawa pergi, mengunci pintu, pergi ke mobil, dan kita pun berangkat.
kita pun tiba di rumah sakit yang sudah aku lupa namanya. kita pun berjalan masuk dan aku dan ayahku pergi ke lobby dan ayahku mencari resepsionis dan dia pun bertanya-tanya tentang dokter ahli tulang atau semacamnya. lalu ayahku pun mendapat kertas bertulisan angka dan aku dan ayahku duduk di kursi bersi yang dipenuhi lubang di seluruh ruang dan kami pun menunggu sedangkan kedua adikku dan ibukku pergi mencari cemilan.
"nomor (sekian) harap masuk ke ruangan" suara wanita dari speaker yang dipasang di sudut atap yang membangunkan aku dari tidurku. kami pun bangun dari bangku besi lubang itu dan kami pun berjalan menuju ruangan yang dipandu oleh suster. di dalam ruangan, aku melihat dokter sedang menuliskan sebuah berkas dengan kacamatanya dan pada saat dia menoleh ke arah kami, dia menaruh pupennya, menutup berkasnya, dan dia pun berdiri sambil berkata "silahkan duduk" lalu kami pun duduk dan dokterpun juga duduk sedangkan suster sedang menata alat-alat tersebut dengan rapi lalu berdiri dibelakang kami.
"apa masalahnya" dokter bertanya dengan lembut
"anak saya jatuh dari pohon"
"coba saya liat bagian mana yang sakit" sambil memajukan lengan kananya ke arahku
aku pun dengan perlahan dan kesakitan mengangkat lengan kiriku dibantu oleh lengan kananku lalu menaruhnya di meja. dokter pun melihat dengan sesama sambil mengecek lenganku. lalu dokter pun menyarankan untuk menyinari lenganku dengan sinar-x yang tentunya bukan di rumah sakit ini, melainkan di UGD. kami pun mendapat cukup informasi dan kami pun berdiri bersama dokter dan ayahku dan dokter berjabat tangan untuk berterima kasih lalu kamu pun keluar dari ruangan yang pintunya dibukakakn oleh suster sambil berkata "terima kasih".
saat diluar ruangan, aku melihat kedua adikku sedang asyiknya makan cemilan yang akan habis sedangkan ibuku sedang bermain tab nya. pada saat mereka melihat kita keluar dari ruangan, mereka hening sejenak dan mereka pun menghampiri kami dan bertanya beberapa pertanyaan. aku mungkin tidak ingat pertanyaan apa saja yang ditanya oleh salah ketiga keluargaku. dan kami pun pergi ke lokasi UGD yang sudah disarankan oleh dokter.
kami pun tiba di UGD. lalu aku memasuki ruangan. lalu ayahku mencari dokter yang namanya sudah diberi tahu oleh dokter. kami pun akhirnya menemukan dokter yang kita cari. lalu ayahku menjelaskan apa yang baru saja aku katakan dan kata dokter. lalu aku pun diajak ke sebuah kamar dan aku melihat setiap kasur memiliki tembok yang berupa korden berwarna hijau yang bergelombang. aku pun disuruh mengganti baju sebelum memulai operasi penggeseran tulang. lalu aku menuruti kata-kata dokter dan salah satu karyawan sudah menyiapkan baju dan celana berwarna hijau sama seperti yang dipakai oleh dokter dan karyawan tadi. aku pun akhirnya mengganti baju.
aku pun akhirnya memakai baju dan aku pun merasa seperti salah satu karyawan muda di UGD. aku pun sudah ditunggu oleh ayah dan dokter saat aku keluar dari ruangan. lalu dokter membalikkan badan lalu berkata "ayo ikut" aku pun hanya menuruti kata dokter. pada saat berjalan melewati meja resepsionis, aku bisa melihat dikiriku ada kedua adikku dan ibuku yang melihat aku memasuki ruangan lalu pandanganku teralih oleh tembok saat aku berpindah arah dan aku pun melanjutkan jalanku bersama dokter.
lalu aku disuruh menaruh sandalku yang dari tadi menemani kakiku di rak sepatu yang sudah disediakan. aku pun berjalan hingga aku berada di beberapa inci jarakku dengan rak sepatu. aku pun melepaskan kedua sandalku lalu aku menjepitnya dengan kakiku dan aku pun mengangkatnya dan menaruhnya ditengah rak sepatu dan aku pun kembali menemui dokter dan akhirnya aku memasuki ruangan yang tak biasa bagiku. aku melihat tembok yang dilapisi dengan cermin, kasur tepat ditengah ruangan, beberapa alat-alat, dan cermin diseluruh sudut kiri tembok.
aku pun langsung gugup. apakah ini akan menjadi akhiratku? aku harap tidak. dokter menyuruhku untuk tiduran di kasur yang selimut dan bantalnya berwarna putih polos dan tak bermotif.
aku pun sudah tiduran, lalu aku menggerakkan tubuhku mencoba untuk mencari posisi yang aman untuk tiduran. lalu aku memiringkan kepalaku ke samping dan aku melihat subuah 2 tabung gas dengan selang yang ujungnya ada sebuah penutup mulut dan hidung. lalu aku mengalihkan mataku ke dokter yang sedang berbicara kepada suster. lalu, mereka pun selesai bicara dan mereka pun menghampiri aku. lalu aku melihat dokter sedang mengambil penutup mulut dan hidung yang dihubungi dengan selang dan gas yang sudah aku ceritakan tadi dan menempelkannya di mulut dan hidungku.
"oke. kamu harus bernafas pakek hidung keluar lewat mulut. hanya itu saja. mengerti?" aku pun mengangguk. lalu aku pun mulai bernafas lewat hidung, keluar lewat mulut. pada saat hirupan utama, gas ini baunya asing bagiku dan gas ini membuatku ngantuk berat. lalu aku bernafas untuk kedua kalinya dan keluar lewat hidung. sejak hirupan kedua, aku sudah tertidur.
aku pun membuka mataku tapi pengelihatanku masih pudar. aku menutup mataku untuk beberapa detik, lalu aku membukanya kembali. aku pun melihat sesuatu yang aneh. terakhir sebelum aku tertidur, aku berada di ruang yang seperti ruang interogasi dan sekarang aku berada di dalam ruangan yang disampingku ada kasur kosong yang tertata rapi dan aku masih terbaring dalam kasur tapi aku diselimuti dan kepalaku membentur sebuah kasur. oh tidak! aku sudah mati! sebelum aku sempat panik, aku melihat ayahku dan dokter sedang berbincang-bincang didepan kasurku. ternyata aku belum mati. lalu saat aku membangunkan tubuhku. aku merasakan sesuatu yang berat di lengan kiriku. aku pun melihat dengan langsung dan ternyata lenganku sudah di-gip yang berwarna putih dan saat aku menyentuh dan mengetuknya dengan pelan ternyata gip ini keras. lalu aku pun bangun dan aku disuruh untuk mengganti baju oleh dokter.
aku pun mengganti bajuku dengan 1 tangan dan aku merasa beberapa kesulitan tapi bisa aku atasi. saat aku keluar dari ruang tidurku, aku lupa memakai sandalku. aku pun berjalan ke tempat dimana aku menaruh sandalku dan ternyata jaraknya tidak jauh. aku pun mengambil sandalku dan memakainya dan aku pun keluar dari ruangan dan aku tiba di lobby.
lalu aku melihat didepan meja resepsionis, aku melihat ibuku sedang tidur dengan posisi duduk dan kepala dimiringkan sedangkan kedua adikku tidur dengan kepala di kedua paha ibuku. berapa lama aku tidur? aku pun berjalan keliling mencoba mencari jam dinding dan aku pun melihat jam dinding. sekarang sudah jam 4 pagi. ya ampun. lama sekali aku tertidur lelap tanpa mimpi sedikitpun. lalu aku melihat ayahku sedang membayar dan dia menyuruhku untuk membangunkan mereka dan aku pun menuruti.
aku pun berjalan dan menggoyangkan pundak kiri ibuku dan dia pun langsung bangun dengan mata kantuk. "ayo ma, sudah mau pulang" ibuku langsung membangunkan kedua adikku dan mereka pun bangun. mereka pun sudah bangun lalu menyiapkan barang-barang mereka dan kami pun pulang dan 1:30 jam kemudian kedua adikku harus kesekolah. dan saat tiba dirumah, aku pun berjalan ke kamarku lalu aku ganti baju dan aku pun menyandarkan diriku dan aku membantali lenganku yang di gip dan aku pun tertidur.
tambahan : aku tidak sempat masuk untuk 1 hari setelah aku pulang dari UGD. padahal kelasku lagi mengadakan sesi foto bersama 1 kelas dan aku pun tidak hadir. padahal disana masih ada 1 ruang untukku.
sekian cerita blogku yang bagian 1 dan tunggu bagian keduanya.
Gebetan Pertama
19 september 2014
Gebetan Pertama
hari ini aku akan menceritakan pengalamanku waktu aku menembak wanita yg aku suka. aku akan memakai nama palsu "Cristina" supaya kalo misalnya bebebku baca, dia marah ke aku lalu, End. kami berdua saling menyukai sesama dan sudah saatnya aku untuk memulai operasi "Gebetan Pertama" mumpung bulan September ini lagi pada musim "nembak cewek". soalnya disekolahku banyak cowok nembak cewek dia bulan September. langsung aj aku mulai
waktu itu tanggal 11 september. aku waktu itu sedang masuk ke kelas dan ada temanku, Dinda bilang "kapan kamu nembak Cristina?" lalu aku menjawab dengan bercanda "kamu mau sekarang? okee" lalu temanku lagi satu, Arsia mendengar pembicaraanku "serius kamu mau nembak Cristina?" pada saat aku hendak menjawab, dia melanjutkan "kamu udah janji loh. kamu harus nembak Cristina nanti pulang sekolah" kata-kata yang mau aku ucapkan sudah tertelan. gara-gara aku bercanda, sekarang aku harus benar-benar nembak dia. dan kami pun memulai pelajaran.
bel berbunyi, aku dan semua murid pada istirahat sedangkan yang kelas 8&7 sudah boleh pulang karena nanti kelas 9 akan mengadakan PELTAM (PELajaran TAMbahan). aku pun pergi ke sebuah warung yang disana terdapat beberapa geng populer. aku bukan termasuk geng populer karena aku masih sedikit alim dan jarang bergaul. disana aku melihat Cristina sedang asyiknya ngomong bersama teman dekatnya. aku dan beberapa temanku yang mendengar tentang penembakan ini akan melakukan penembakannya sekarang. tapi gimana aku bisa nembak? warung aja udah dipenuhi para geng populer. bel pun berbunyi dan kami pun masuk ke kelas masing-masing bersama geng populer.
pada saat pelajaran, aku dan beberapa temanku sempat berencana untuk penembakan ini. ada yang bilang "aku alih perhatiannya Cristina abis itu ke tembak" ada yang bilang " kamu bilang ke dia kalo dia "kamu ada minjem buku ke aku? abis itu waktu dia ngambil buku khe mulai tembak" rencana siap dilaksanakan yang harus aku lakukan adalah memilih diantara salah satu rencana. dan akhirnya aku sudah memutuskan dan jawabannya adalah..... nanti kamu akan tau.
bel sudah berbunyi dan inilah moment-ku. aku harus siapkan mental, keberanian, dan teriakan histeris kalo diterima. pertama kita berdoa pulang. aku berdoa supaya penembakan ini berjalan dengan lancar. berdoa selesai, kami pun memberi salam kepada guru dan aku langsung mencari Cristina.
aku melihat Cristina sedang berada diluar melihat langit-langit, menunggu ditembak walaupun dia tidak tahu. beberapa temanku pada menyemangati aku dan aku menarik nafas dengan keras karena saking gugupnya dan aku pun berjalan ke Cristina, menepuk pundaknya lalu aku bilang (langsung to the point)
"Cristina, aku ini sangat sayang padamu, mau gak jadi pacarku?"
dia langsung melotot. gak tau dia melotot atau bingung soalnya matanya bukannya berbentuk bulat melainkan berbentuk garis. aku pun mulai menjauh dan beberapa temanku yang cewek menunggu penentuannya. sebelum menentukan, aku sempat berencana, kalo diterima, aku akan melakukan "yes movement" oleh Baniel Bryan. kalo ditolak yaa gak apa-apa lah yang penting aku sudah berusaha untuk menembak untuk pertama kali dalam hidupku.
setelah menunggu beberapa saat akhirnya temenku, Rista, teriak "Cristina bilang, YAA" semua temanku pada teriak dengan gembira lalu berjabat tangan kepadaku karena sudah diterima. dan aku pun melakukan rencana yang sudah aku rancang. aku pun mempersiapkan jari telunjuk-ku, mengangkatnya lalu aku menurunkan lenganku lalu menaikannya kembali berulang kali sambil berkata "YES YES YES"
sejak saat itu aku mulai termasuk geng populer, aku sudah banyak dicari teman yaa karena PJ (Pajak Jadian) tapi aku gak bakal pernah ngasik mereka PJ sebanyak Rp.10.000.
sekarang kami (Cristina & Aku) sering chattingan di BBM walau hanya sering memakai kata berikut ini :
"lagi ngapain?"
"oh iyaa"
"hahaha"
"good night (emoticon hati 3X)"
"udah makan?"
"udah mandi?"
"udah hamil?" (ehhh)
sekian cerita blogku
pertama kali dalam hidupku part 3
16 September 2014
pertama kali dalam hidupku part 3
part 3 (perjalanan pulang)
sudah beberapa teman kita sudah pulang kerumah mereka diantaranya wulan, tasya, kevin 1, julio, kevin 2, rachel. dan hanya tersisa aku, axel, clara, dan maria. kami pun pada saat perjalanan ke MBG hingga sekarang masih dalam keadaan lapar. mungkin secuil roti dan 1x sedot minuman aja belum cukup bagiku. jadi kami memutuskan untuk pergi ke sebuah warung makan yang ada di dalung.
kami pun berhenti lalu disana kami melihat ada yang masak tahu tek, nasi goreng, dan gorengan. kita pun mencari tempat duduk lalu kami pun diam sebentar. aku pun melegakan diriku karena perjalanan jauh dari kuta ke dalung dan rasanya sungguh capek.
aku pun sambil menidurkan kepalaku, lalu aku memiringkan kepalaku dan aku melihat stand tahu tek. aku pun langsung membangunkan kepalaku lalu bertanya ke axel yang ada disampingku
"xel, kira-kira enak gak tahu tek?"aku pun tidak pernah mencoba/memakan tahu tek sejak aku lahir.
"enak cux, khe coba nah. aku juga mau beli"
"ayodah sikat"
kita pun berjalan ke stand tahu tek lalu memesan tahu tek, axel mesen yang pedes, aku gak pedes (aku sangat menyayangi lidahku) lalu kita pun kembali duduk di meja yang sama bersama clara dan maria.
aku pun mengambil hape lalu membuka instagram, path, snapchat, ask.fm, facebook, twitter, friendster TB (tapi boong). pada saat aku sedang asyiknya nonton youtube, maria memanggil namaku lalu dia memeberikan aku uang Rp.25.000 ke aku sebagai kembalian tiket nonton film. pada saat aku meraih dan memegang uangku, aku pun menariknya tapi dia menarik kembali bagaikan Mr. Crab yang tidak mau uangnya hilang 1 cent pun. aku pun dengan semangat tapi pelan karena gak mau uangnya sobek. dan maria pun melepaskan uangnya. aku pun masih menunggu pesanannya dan aku melihat maria mengambil hapeku tanpa memperlihatkan aku SIM dan STNK. dia membuka camera lalu memasang wajah narsis lalu "cekizzzz" suara kamera pun berbunyi hampir 5 kali aku mendengarnya. lalu dia memberikan kembali hapeku lalu dia memerintah "cent, kirimin fotoku ke hapeku" lalu aku menjawab males "ya".
beberapa menit kemudian maria bertanya ke aku
"cent, darimana adikmu tau nomor teleponku?"
"adikku yang mana? cewek ato cowok?"
"yang cewek"
"gak tau. emang kapan?"
"waktu kelas 8, waktu khe suka sama aku" aku pun melotot sementara sambil berpikir "lancang sekali dia ngomong itu"
"aku mana tau"
akhirnya, pesananpun datang, aku pun melihat dengan serius, mengambil sendok, lalu aku pun mengambil beberapa tahu yang dilumuri oleh bumbu dari piring terebut lalu aku pun membuka mulutku 360 derajat lalu memasukkan sendok tersebut ke mulutku hingga ke tenggorokanku lalu aku menutup mulutku sambil mengeluarkan sendok yang sudah tidak ada apa-apa lalu aku pun mulai mengunyah. beberapa kunyahan kemudian, aku pun merasa bahwa makanan ini sangat enak. ini adalah pertama kali dalam hidupku yaitu memakan tahu tek. aku pun memakannya dengan lahap karena saking enaknya ato saking lapernya. lalu aku mendengarkan lagu korea yang disetel oleh clara, lalu aku mendengar clara dan maria bernyanyi dengan bahasa korea dan aku pun tidak memedulikan mereka bernyanyi korea dan aku pun melanjutkan makanku bersama axel.
akhirnya piringku sudah bersih dan perutku sudah aku kasih makan hingga kenyang dan aku pun membeli minuman, lalu aku kembali duduk lalu meminum minumanku. lalu wulan dan tasya datang ke tempat dimana kami makan dan bagaimana mereka tau kita disini? apakah mereka memasang alat pelacak di pantat kami? kurasa tidak. lalu mereka pun pada nanyak yang gak jelas dan aku pun melanjutkan minumku.
lalu kami pun berjalan ke motor kami lalu aku sekarang pulang bersama maria karena dia satu jalan pulang sama aku sedangkan clara sama axel dan mereka punya jalan yang sama dan kita pun berpisah
pada saat perjalan ke rumah maria, sesuatu telah mengingatku dan aku sudah lupa. aku pun menyentuh jidatku sambil berkata "AAAAIII dios mioi (ya Tuhanku)" lalu maria langsung nanya
"kenapa?"
aku pun dengan malu tapi memberanikan diri mengatakan "aku lupa bayar tahu tek"
"hebat khe" dan kami pun melanjutkan perjalanan ke rumahnya maria
aku melewati jalan kesekolah adikku biar cepat. pada saat aku melihat sekolah adikku sudah ditutup, aku melihat adikku sudah selese main basket lalu aku dari jauh memanggil nama adikku tapi dia tidak menoleh. aku harus mencoba memanggilnya lebih dekat. aku sudah cukup dekat untuk memanggil adikku
"Calvin Aprilio Juwono"
"ehh coco. co bannya kempes"
"HAH?!?! kempes?"
"dibagian belakang" aku pun langsung melihat ban belakangnya tapi karena bannya berputar, aku gak bisa melihat kempesnya dimana dan kita pun pergi bersama. pada saat dijalan, maria nanya
"itu adikmu?"
"ya. jangan kamu tanya kepadaku "kok gedean adikmu daripada khe"?
"maunya sih begitu"
"isshh" melanjutkan perjalanan
pada saat pertigaan, disanalah kami berpisah. kami lewat jalan yang kiri sedangkan dia lurus dan kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah maria. pada saat tiba dirumah maria, dia pun turun dari motorku lalu aku mendengar suara decitan pada tempat duduk motorku dikarenakan oleh pahanya karena dia makek hot pants. dengan melakukan gaya gesek antara paha dan bangku motor, keluarlah decitan (sok bisa IPA). lalu dia mengatakan "thanks ya cent" aku pun menjawab "yes, thank you". aku membalikkan motorku lalu aku pun pulang.
pada saat perjalanan pulang, aku mendengar lagu dangdut dengan lagu berjudul "nama hari" dalam genre dangdut. aku pun langsung ketawa lalu bertanya "kenapa lagu anak kecil dijadiin dangdut?" aku pun membiarkan pertanyaan itu masuk kepikiranku dan aku pun melanutkan perjalanan pulang.
pada saat dirumah, aku turun dari motor lalu melihat ban belakang motor keluargaku dan ternyata bannya bocor lalu adikku langsung bertanya ke aku
"co, kak maria itu pacara coco ya"
"kenceng kali mulut khe"
"soalnya kalian tampak mesra"
"ahh bullshit. aku gak pacaran sama dia. sekarang cepet mandi"
adikku membalikkan badan lalu berjalan, mengambil handuk lalu mandi dan aku masuk ke kamar dan aku melakukan "standing moonsault" ke kasurku lalu aku pun beristirahat
sekian cerita blogku dan jangan lupa comment.
pertama kali dalam hidupku part 2
3 september 2014
pertama kali dalam hidupku part 2
part 2 (perjalanan ke MBG sampai selese menonton film) MBG=Mall Bali Galeria
beberapa saat aku melihat julio bermain true skate dengan kebahagiaan dari mukanya, tiba-tiba aku mendengar suara mesin motor dari depan rumah wulan. ternyata aku melihat sesosok cewek yang tinggi dan kepalanya ditutupi helm dan pada saat dia membuka helm, ternyata temanku, Lona. dan saat itu para cewek pada menghampiri lona dan ngomong-ngomong dengan bahasa yang tidak bisa aku mengertikan yaitu, bahasa gosip atau lainnya.
beberapa waktu kemudian kita pun bersiap-siap untuk pergi ke MBG, tapi aku bingung, kenapa kita ke MBG sedangkan rencana kita mau ke BW? tapi gak apa apa lah yang penting jalan-jalan. pada saat aku dan julio menaiki motor, memasang helm dan ketidaknyamanan aku memakai helm ini kembali menyakiti pipi saya. dan aku pun melihat clara dan maria tidak ada teman untuk dibonceng, lalu tanpa berpikir apapun aku pun memanggil maria dan aku pun mengangkat helmnya axel sebelum dia menoleh. dan dia pun berjalan menghampiri aku dan memakainya dan axel pun dengan senang membonceng mereka berdua. kalian tahu bahwa badan axel yang besar ini bisa memenuhi dua kursi bonceng? tapi dengan ketidakpelitannya axel, dia memajukan pantatnya sampai mereka berdua dapat tempat duduk dan akhirnya muat untuk bonceng jawa dan temanku, rachel pergi kerumah pacarnya yang bernama kevin 1 untuk diajak dan kita pun berangkat ke rumah lion entah kenapa.
beberapa kilometer jalan sudah kita lalui dan akhirnya kita pun tiba dirumah lion si kucing pertigaan. beberapa dari teman kita turun dari motor lalu memanggil lion dari lantai 2. lalu lion pun muncul dengan wajah membosankan. merekapun saling bercakapan untuk bergabung dengan kami. dan akhirnya lion pun tidak bisa ikut karena keluarganya pergi entah kenapa dan dia pun gak diizinkan pergi dan lion lagi asyiknya menyetrika dan itulah pekerjaan orang saat lagi jomblo. kita semua pun masuk ke rumah lion dan kita pu bermain dikamarnya yang begitu sempit. lalu aku mendengar suara mesin motor lalu memanggil nama lion. kita pun langsung melihat keluar dari atas tempat dimana lion menyaut kita dari lantai 2 dan ternyata kevin 1 dan rachel. lion pun mengizinkan mereka masuk.
pada saat aku melihat lion sedang menyetrika, temanku, Maria bersedia menggantikan lion untuk sementara dan lion pun mengizinkan. lion pun berdiri dan maria pun duduk, mengambil penyetrika dan menyetrika pakaian keluarganya dan lion pun bersantai.
pada saat di kamar, kita pun ngomong-ngomong berencana untuk menonton film dan film yang mau ditonton adalah "guardian of the galaxy" dan kita pun setuju.
sementara itu, kasurnya lion diduduki oleh beberapa pantat temanku sehingga hampir penuh. lalu axel pun datang dan dia pun membanting diri di kasur dan kasurpun sudah penuh dan beberapa temanku gak bisa duduk apalagi aku. lalu axel pun bersin-bersin gak jelas. dia sudah bersin-bersin sejak aku datang kerumahnya axel lalu dijalan dia bersin-bersin lalu dirumahnya wulan dia bersin-bersin dan sekarang dirumah lion dia bersin-bersin. rasanya sudah beberapa lusin dia bersin-bersin. lalu beberapa temanku terkena bersinnya axel dan beberapa melindungi dirinya dari bersin menggunakan tas.
lalu maria bertanya kepada lion "lion, celana dalamnya juga disetrika? soalnya aku gak mau nyetrika. jijik" lalu, lion pun menyuruh untuk menyingkirkan bagian celana dalamnya dan setrika yang lainnya dan maria pun dengan senang hati melanjutkan menyetrika.
beberapa jam kemudian kita pun pergi tanpa lion dan pakaian pun sudah disetrika oleh maria. kita pun keluar dari rumahnya lion dan kita pun menaiki motor masing-masing dan berangkat. pada saat mau keluar dari gang, axel menyuruh aku untuk membonceng mereka berdua (clara dan maria) dan aku sih mau- mau aja. mereka pun turun dan mereka menaiki motorku dan julio dibonceng oleh axel. pada saat semua pada naik, rasanya berat sekali dan aku merasa gak nyaman bukan karena yang bonceng cewek-cewek tapi karena aku duduk terlalu maju dan aku pun sulit memperbaiki posisi kakiku dan hasilnya sia-sia dan kita pun melanjutkan perjalanan ke rumahnya kevin 2.
pada saat dirumah kevin 2, kevin 1 memanggilnya dia dan dia pun datang lalu mengajak kevin 2 untuk ikut nonton dan kevin pun ikut. baguslah 1 motor lagi untuk maria atau clara. lalu pada saat clara atau memilih siapa yang mau dibonceng. ternyata kevin 2 gak kalo yang dibonceng itu cewek. jadi julio pun yang dibonceng sama kevin 2 dan maria dibonceng sama axel dan clara sama aku dan kita pun berangkat ke MBG.
akhirnya sudah sampai di MBG dan kami pun masuk untuk mengambil tiket masuk dan kita pun mengendarai untuk memarkir. motor sudah diparkir. aku pun melepaskan helmku dan memijat pipiku dan digantung di kaca spion dan kita pun berjalan masuk ke dalam MBG.
pada saat berjalan, tiba-tiba ada bule membawa keranjang bayi melewati kita sambil berkata "excuse me" kamu pun memberi jarak supaya bule pun bisa lewat. lalu tanpa melihat kita dia langsung berkata "thank you" julio dengan daya bahasa inggrisnya yang buruk, dia pun berkata "yes, thank you" bukannya "you're welcome" beberapa temanku pada tertawa termasuk aku. dia memang sudah terbiasa ngomong sama bule dengan bahasa inggris yang asal.
kami pun berjalan ke bioskop untuk membeli 10 tiket dengan seharga masing-masing Rp 75.000. maria pun yang akan mengantri untuk membei tiket tersebut. pada saat menunggu maria membeli tiket, aku melihat rachel menepuk kantongnya. ternyata, uangnya ketinggalan di jok motornya kevin 1. mereka pun langsung mengambil berdua dan tiket pun sudah dibeli dan tepatnya lagi pintu bioskop untuk menonton guardian of the galaxy. maria pun langsung memberikan tiketnya kepadaku dan dia berkata kalian bertiga (aku, axel, julio) masuk aja. aku lagi nungguin kevin" dan pada saat aku berjalan selangkah, maria memegang lenganku dan aku pun menoleh ke maria dan bertanya "kenapa?" "bayar dulu" aku pun langsung mengeluarkan isi kantongku dan aku pun mengambil uang Rp.100.000 dengan lebay lalu memberikan uangnya kepada maria dan dia akan mengembalikan kembaliannya setelah kami selese nonton film dan kita pun masuk ke bioskop.
pada saat didalam aku gak bisa liat apa-apa karena film sudah dimulai. dan ini adalah pertama kali dalam hidupku menonton film di bioskop di siang hari. biasanya aku nonton bareng keluarga malem-malem. aku pun menerangi tiketnya dengan hpku untuk mengetahui dimana aku akan duduk. lalu aku pun berjalanan menuruni tangga. disetiap 1 anak tangga terdapat puluhan tempat duduk disetiap sisi. aku pun berjalan melihat bagian tempat duduk yang sudah diterangi tulisannya dibagian akhir kursi penonton. dan aku pun melihat bagian dan nomor kursinya dan ternyata barisan kursi ini adalah tempat kita lalu aku melihat semua temanku yang ikut sudah duduk melihat film. kita pun duduk dan menonton. lalu julio bertanya "cent, ini layarnya berapa inci?" aku pun tertawa dan menaikkan bahuku dan kami pun melanjutkan menonton. lalu datanglah maria dan dia pun duduk dikursinya yang masih kosong dan akhirnya 1 baris kursi pun penuh. bagaimana dengan kevin 1 dan rachel? pertanyaan yang bagus penonton. mereka duduk kursi tepat dibelakang kami dan kami pun melanjutkan menonton
pada saat di film-nya ada adegan lucu, beberapa penonton tertawa dan kita pun bukannya ikutan tertawa tapi malah pura-pura tertawa. saat pertengahan film aku dan julio merasa lapar karena tadi pagi kami gak makan. lalu disampingku, clara. aku melihat dia sedang mengunyah sesuatu dan aku pun bertanya kepada clara "khe ngunyah apa?" dia pun menjawab "permen karet" lalu aku pun meminta permen karet dan julio pun juga. clara pun memberikan 2 permen karet kepada kita dan kita pun memakannya dan melanjutkan filmnya. pada saat maria dan wulan ke toilet, axel berencana untuk pindah tempat duduk supaya dia duduk disampingku dan akhirnya berhasil axel duduk disampingku dan clara duduk ditempat duduknya axel dan julio ingin duduk disampingnya axel. kita pun akan berpindah tempat duduk dalam hitungan 3 tanpa suara. 1.. 2.. 3.. srett. pada saat kami bertukar tempat duduk, aku tersandung karena kakinya julio yang mengganggu keseimbanganku sehingga aku terjatuh. aku pun bangun secepat-cepatnya lalu duduk kembali dan kembali nonton. lalu maria dan wulan pun datang dan duduk dikursi masing-masing dan kita pun menonton kembali sampai selese.
akhirnya film pun selese kami tonton dan kami pun berjalan keluar dari gedung bioskop dan kami pun berjalan ke pusat mall yang disana terdapat air mancur besar dan sedang ada tema mingguan yaitu tema kasur. disana terdapat banyak kasur diseluruh suduh untuk dijual, dicoba dengan berbagai tawaran dan diskon. kita pun memilih untuk melewati-nya dan para cewek berjalan ke sebuah toko roti "breadtalk" mereka pun memilih roti yang dia suka dan para cowok pun pergi ke toko sebelah yaitu toko pakaian untuk olahraga. kami pun hanya melihat sepatu sepak bola lalu memegangnya dan menimbang beratnya dan ternyata sangat ringan dan harganya diluar dugaan kita dan kita pun keluar dan para cewek sudah beli roti yang dia suka dan dia mau ke toko donat "j.co" dan para cowok mau berjalan keliling lantai 2 dan kita pun berpisah antara kegiatan cewek dengan kegiatan cowok.
para cowok pun termasuk aku, berkeliling di lantai sampai masuk ke toko gramedia cuma lihat pulpen mahal lalu keluar lalu kita pun berjalan ke kiddstasion untuk mencari tech deck dan tetap gak ketemu dan kami pun turun untuk mencari para cewek di j.co. pada saat kami berjalan ke toko donut, kami melihat para cewek sudah keluar dari toko donut sambil makan roti di breadtalk dan meminum minuman di j.co. kami pun berjalan dan meminta roti dan minuman yang dibawa oleh para cewek. beberapa meminta lalu menyongkel roti tersebut lalu memakannya. aku pun hanya meminta minuman dari maria dan para cowok pun ngomong-ngomong.
pada saat ngomong-ngomong, kami gak bisa melihat kemana cewek pergi. kami pun melihat dikeliling pusat mall dan aku melihat para cewek sedang berjalan sambil menoleh bule bertampang caucasian, pake baju biru oblong, dan celana pendek dari belakang. kami pun mengikuti para cewek lewat taman dengan jalan yang sama tapi mereka gak bakal bisa melihat kita. lalu kami pun berjalan menghampiri cewek untuk menghilangkan pandangannya dari bule yang sok ganteng tadi. lalu pandangan mereka terhadap bule pun sudah memudar tapi clara tidak. dia tetap mengikuti bule tadi sampe menjauh dari jarak kami. kami pun terpaksa meninggalkan clara.
pada saat clara mendengarkan kata "tinggalin clara" pandangannya langsung memudar lalu dia menghadap ke belakang dan dia sudah tertinggal jauh. dia pun berlari tanpa rasa malu diliatin bule lalu dia pun akhirnya berhasil mengejar kami dan kami pun berjalan ke tempat kami memarkir motor kami.
kami pun tiba di tempat pemarkiran motor dan kami pun menaiki motor, memakai helm, megeluarkan motor dan kami pun mengendarai ke pembayar tiket masuk. axel ada didepanku pada saat maria bayar tiket masuk, maria sudah bilang bahwa dibelakangnya dia yang bayar. lalu dia pun sudah keluar bersama lainnya dan menunggu kami beberapa jarak dari pembayaran tiket masuk. pada saat membayar ternyata kita kekurangan uang Rp. 1.000. betapa malunya aku membonceng clara. lalu dia kaluar dari motor lalu mengejar mereka yang sudah keluar lalu meminta uang Rp. 1.000 kepada maria sedangkan yang lainnya malah menertawakan clara dan aku pun menundukkan kepalaku. clara pun akhirnya tiba membawa uang Rp.1.000 dan dibelakangku ada taxi sedang membunyikan klaksonnya dan clara pun memberikan uangnya dan kita pun keluar dalam perasaan malu dan kita pun melanjutkan perjalanan pulang.
sekian cerita yang part 2 dan aku akan melanjutkan cerita yang part 3 (perjalanan pulang)
kejutan permintaan maaf
5 september 2014
kejutan permintaan maaf
hari ini aku akan menceritakan sebuah cerita tentang kami melakukan kejutan permintaan maaf kepada guru kami dan wali kelas kami. dan aku akan melewatkan cerita "pertama kali dalam hidupku part 2" untuk sementara
3 hari yang lalu, kami (para murid 1 kelas) melakukan kesalahan besar yang tidak akan aku ceritakan di cerita ini. sehingga, sudah 8 guru membicarakan masalah kita ini dan wali kelas kita pun harus dimarahi dan menangis karena beliau terlalu lembut kepada kami. dan kami pun ditegur oleh wali kelas kami dalam keadaan nangis dan kita harus membuktikan bahwa kelas kita itu yang paling baik. dan gara-gara semua murid yang ada dikelasku pun mendapat hukuman dan sanksi yaitu:
1. kita tidak diizinkan ikut KTS (kegiatan tengah semester)
2. tidak ikut pemilihan ketua osis
3. para osis yang dikelasku dipecat
4. para pemain basket yang dikelasku dikeluarkan
itulah sanksi kita dan kita harus mencoba untuk memperbaikinya supaya sanksi dan hukuman diatas dicoret dari kelasku.
kemarin saat pulang sekolah, para bendahara merencanakan kelas kita untuk memberi tangkai bunga untuk guru kami sebagai permintaan maaf. semua temanku yang ada dikelas pun membayar masing-masing Rp.3.000 untuk membeli tangkai bunga. dan lion pun menambahkan untuk memainkan gitar dengan melodi yang slow. dan rencana pun mulai, semoga rencana ini berhasil dan semoga dimaafkan.
keesokan harinya atau hari ini, kami pun sudah mempersiapkan tangkai bunga dan gitar yang dibawa oleh lion dan kami pun siap memulai rencana. sebelum guru masuk, temanku memberikan masing-masing 1 tangkai bunga kepada semua teman-temanku. dan kami pun menutup korden jendela dan mematikan lampu. dan pada saat guru masuk, kita harus menyembunyikan bunganya agar tidak dicurigai oleh wali kelas kita.
guru pun memasuki kelas dan lion berdiri dan memerintah "SEMUA BERDIRI!" para murid pun berdiri dan lionpun untuk kedua kali memerintah "BERI SALAM!" dan kita pun memberi salam dan aku melihat mata wali kelas kita merah akibat nangis sejak 3 hari kemarin. dan pada saat itulah lion mulai mengambil gitarnya yang diletakkan tepat disampingnya lalu memainkan lagu yang berjudul "ibu" yang penyanyi-nya tidak aku kenal karena aku gak senang dengan lagu indonesia, kebanyakan lagu cinta dan slow melody, band metal/hardcore tidak diterima di Indonesia (bukan bermaksud mengejek negaraku tapi kenyataan).
senar gitar mulai dipetik dan kita pun mengangkat tangkai bunga yang baru saja kita sembunyikan lalu mengibarkan-nya pelan-pelan dan kita pun bernyanyi. aku pun gak hafal lirik dan gak tau liriknya apa. aku pun bernyanyi dengan bingung "nenenenenenene ibu" hanya itu yang aku hafal. saat kami terus bernyanyi, aku melihat wali kelas kita menutup mulut dan hidungnya dengan kedua tangannya sambil meneteskan air mata dengan perasaan terharu. beberapa temanku menangis terharu dan kita pun bersama-sama berkata "maafkan kami ibu" dan kami pun maju dan memberikan bunga tersebut untuk bu ratih. lalu salah satu temanku, Haris berkata "bu, saya nangis karena gak hafal lirik bu" semua pun mengabaikan perkataan haris dan hanya aku yang bisa mendengarkannya.
semua bunga sudah tertumpuk ditangan wali kelasku dan wali kelasku pun berkata dengan tangisan yang masih berlanjut "ibu gak tau mau ngomong apa, terima kasih ya?" para murid pun berkata dengan keras "ya bu" dan akhirnya kita pun melanjutkan pelajaran sekarang
sekian ceritaku dan maafkan kami bu dan "we love you"
pertama kali dalam hidupku part 1
30 Agustus 2014
pertama kali dalam hidupku part 1
part 1 (bangun tidur sampai kerumah wulan)
aku waktu itu sedang main "prototype 2" di pagi hari mumpung hari ini sekolahku lagi diliburkan karena para guru mau civita. lalu aku dapat pesan BBM dari temanku "Axel" trus kita pun memulai percakapan
"cux khe ikut ke BW nanti??" BW=Beach Walk
"udah pasti gak dikasi" aku pun keluar ke meja makan lalu aku melihat ibuku sedang duduk dengan kedua tangannya memegang tablet dan bermain "candy crush saga" lalu aku minta izin kepada ibuku supaya membiarkan aku ikut dengan temanku ke BW. lalu aku menunjukkan chat-ku ke ibukku lalu aku dapet pesan BBM lagi dari axel
"kok?" "bilang aja buat tugas" axel gak tau kalo ibuku lagi membaca chat-ku. aku pun akhirnya dikasi pergi jauh-jauh ke Kuta bersama teman-temanku dan ini adalah pertama kali dalam hidupku aku dikasih. biasanya peraturan yang dilarang olehku dari orang tuaku yang sangat perhatian banget kepada anak pertama adalah:
1. dilarang pergi jauh-jauh
2. dilarang nonton konser hardcore (takutnya pada saat aku moshing trus nyenggol orang pasti langsung dimarahi ato gak berantem. sok tau sekali orang tua saya padahal mereka gak pernah nonton konser hardcore apalagi nonton orang lagi moshing)
3. harus berada dirumah kurang dari jam 7 malam (kalo lebih dari jam 7 malam aku dimarahi, walaupun lebih 15 menit)
4. dilarang menginap dirumah teman (takutnya aku nanti malam keluyuran malam malam, sedangkan adikku yang cewek dikasih nginap dan orang tuaku berkata"emang kamu gak punya rumah sampe harus nginap dirumah teman?")
aku pun membalas pesan dari axel
"emang jam berapa berangkatnya?"
"9 sampe 4 kira-kira" "10 kalo gak salah"
"siapa aja yang ikut"
"Jio"
"siapa Jio?"
"Julio"
"Trus"
"lion, bima, khe, clara, aku, wulan, tasya"
"aku dikasi sama ibuku ke BW"
"seeep"
"dimana ngumpul?"
"rumah Wulan"
"aku gak tau rumahnya"
"kali gitu ke rumahku cent"
"sekarang ato nanti?"
"sekarang"
"ok"
setelah mengakhiri percakapan, aku pun berhenti main dan aku pun langsung melakukan tantangan yang sudah tren di dunia maya yaitu tantangan "ice bucket challenge". aku pun memanggil adikku yang cewek untuk membantuku merekam aksiku. aku pun mengambil ember dan mengambil beberapa es batu yang sudah aku bekukan kemarin lalu menuangkannya kedalam ember dan kelihatannya sangat extreme. lalu aku pun mengisinya dengan sedikit air biar lebih segar. aku pun berjalan ke halaman rumahku dan adikku mulai merekam aku pun mengucapkan beberapa kata terakhirku sebelum mengguyurkan air yang berisi es super dingin yang sudah diuji oleh laboratorium TK, SD, SMP, SMA, SMK, SMU, UI. dan akhirnya aku pun menyirami kepalaku dengan air tersebut dan rasanya sangat amat super fantastis luar biasa hebat dingin. aku pun sempat kejang-kejang hanya dalam hitungan detik lalu aku pulih dan aku pun melihat bajuku kita berwarna lebih gelap dimulai dari baju dalamku yang berwarna putih dan celanaku yang berwarna abu-abu kini menjadi putih dan abu-abu tua.
setelah aku melakukan ice bucket challenge di pagi hari, aku pun langsung mandi, cukur kumis dan janggut, cukur bulu ketek, dan lain'lain. lalu memakai baju dan aku pun keluar dari kamarku. pada saat aku keluar dari kamarku, aku melihat ayahku lagi mengambil handuk dan menaruhnya di bagian kanan bahu lalu berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap kerja. dan aku masih melihat ibukku masih duduk bersama tablet yang selalu menemani ibuku disaat kesepian, ini sudah 2 jam ibuku bermain tablet.
setelah beberapa menit ayah ku mandi lalu merias wajahnya dengan alat make up, aku pun dengan berani meminta izin kepada ayahku yang membuat larangan sehingga aku merasa tak bebas dan akhirnya aku dikasih.
aku pun mengambil dompetku yang terlantar di lemari dan mengeluarkan uang sebanyak Rp.100.000 dollar. lalu aku pun keluar lalu mengambil kunci dan ibukku langsung bertanya "cent, motornya ada bensin gak?"
"gatau" aku pun berjalan ke motorku lalu aku pun melihat isi bensinku. ternyata isi bensinku sudah mau habis. ibukku masuk ke kamar, mengambil dompet dan mengambil isi dompetnya dan lahirlah uang Rp.10.000. aku pun mengambilnya dan aku disuruh sama ibuku bahwa sebelum aku pergi ke rumah teman, aku harus mengisi ulang bensinku. lalu aku pun mengambil satu-satunya helm yang aku punya karena kedua helmku hilang dikarenakan adikku. kalian mau tau ceritanya kayak gimana? akan aku ceritakan
hari itu adikku mau bertanding di stadium basket untuk pertama kalinya. aku pun gak ikut tapi adikku yang cewek dan ibukku yang ikut tapi ibuku dan adikku yang cewek akan pulang pada siang hari. sedangkan aku mengerjakan tugas (biasa, anak rajin). disaat sore hari aku melihat suara mesin motor yang suaranya kecil kini menjadi lebih jelas dan pulanglah adikku tanpa memakai helm yang dicari-cari oleh anak racing, helm scoopy yang mulia. yap aku melihat dia tanpa memakai helm dan dia pun langsung ngomong jujur kepada orang tua kita. dan hasilnya kenapa helm scoopy hilang dikarenakan dia memarkirnya didepan pintu gerbang stadium yang terbuka sehingga anak racing yang aku sangat benci dapat mengambil helm dengan mudah. orang tua ku hanya marah sesaat kepada adikku yang cowok. coba kalo aku yang hilangin pasti marahinnya paling lama.
hari kedua adikku main lagi, kini dia memakai helmku. aku pun dengan berharap agar helmku tidak hilang, karena helm itu sudah bersamaku sejak lahir hingga kaca helmnya lepas sehingga banyak debu, nyamuk, lalat, cacing yang terbang masuk ke mataku. dan pada sore hari aku lagi duduk di meja makan lagi asyik main "clash of clans" lalu aku tanpa melihat adikku datang karena keasyikan adikku langsung ngomong dengan jujur "helm kakak hilang juga" APAAAA!!!!! HILANG?!?!?!? ini sudah kedua kalinya helmnya hilang dan alasannya sama, dia memarkirkan didepan pintu gerbang yang terbuka lebar. dasar anak racing keparat. bisa-bisanya dia mencuri helmku yang kacanya hilang/lepas. lalu aku pun memarahi adikku dengan baik hati.
sampe dimana aku tadi? oh iyaa, aku mengendarai motorku ke pom bensin lalu aku mengisinya dengan uang yang sudah diberikan ibukku dan aku pun mengendarai ke rumah axel.
aku pun tiba dirumah axel. aku memanggil axel dengan keras diiringi dengan suara 4 anjing yang menggonggong. lalu aku mendengar suara "woooe" tapi gak keras. ternyata aku melihat salah satu temanku yang mukanya terlihat ngantuk karena bangun pagi dan ternyata temanku ini adalah Julio. dia ternyata menginap dirumahnya axel. dia pun langsung membukakan pintu gerbangnya axel yang terbuat dari kayu itu dan dibuka hanya sebagian dan aku pun memasukkan motorku dan memarkirnya diatas mobilnya axel.
aku pun mematikan mesin motorku dan berjalan ke pintu masuk rumahnya axel, dan ternyata axel udah berdiri di pintu gerbang yang terbuka dan aku pun langsung berkata
"siapa aja yang nginap di rumah khe?"
"julio aja"
"yang lain?"
"gatau"
aku kemarin sempet dikasi tau bahwa axel dan beberapa temannya termasuk aku mau menginap rame-rame di rumahnya axel, dan aku pun tetap gak dikasi (liat aturan nomor 4). lalu aku pun masuk ke kamar orang tuanya axel (yang sekarang lagi pergi) yang disana terlihat 2 kasur yang berjajar dan tv layar lebar ditempel di dinding yang tidak bisa aku tebak lem apa yang dipakai orang tua axel sehingga tv-nya mau nempel di dinding? aku pun langsung melakukan salah satu lompatan mematikan di WWE yaitu "5 star frog splash" kepada kasurnya orang tua axel. dan aku pun sedang menonton salah satu acara tv kartun yang selalu badannya dihancurkan dan dalam sekejap langsung pulih "oggy and the cockroaches." yep, oggy and the cockroaches adalah acara kartun kesukaanku. aku sering tertawa bahak bersama 2 temanku axel dan mukti pada saat oggy diremukkan, diparut, ditonjok mukanya, dilindas, tertindih barang, hidung-nya sering lepas, dan lain lain.
aku pun menyuruh axel dan julio mandi, karena kita udah ditunggu sama teman-teman kita di rumah wulan. axel pun berdiri dari kasur, membuka lemari, mengambil baju dan handuk, dan mandi. julio sekarang lagi mencet-mencet remote tv-nya dan dia tak sengaja menemukan salah satu aplikasi yang terkenal hingga sekarang walaupun jadul, youtube.
julio langsung memanggil aku saat aku sedang asyik-asyiknya main COC dan ngomong
"cent, nonton pay no respect yuk?"
"ayodah, sikat julio"
julio pun berdiri dari kasur lalu berjalan ke arah tv dan berdiri beberapa jarak dari tv dan memencet tombol kiri, kanan, atas, bawah untuk mencari huruf dan julio selama semenit hanya mendapat huruf "p" karena remote-nya macet ato baterenya habis aku gak tau, dan aku melihat julio memutar lengannya bersama remote yang digenggamnya berusaha mencari sinyal antara remote dan tv dan tetap tidak berhasil. lalu aku pun berdiri dari kasur dan membantu julio dan pada saat remote-nya berada di tanganku, aku pun memencet dengan pelan dan akhirnya huruf "a" pun dapat, dan aku pun melanjutkan huruf selanjutnya.
akhirnya kata "pay no respect" pun sudah tercari dan sekarang tinggal mencari judul lagunya. julio minta yang "game over" dan aku pun mencari judulnya, dan akhirnya ketemu dan aku pun memencet tombol yang tengah yang dilingkari oleh tombol kanan, kiri, atas, bawah. dan lagu pun diputar bersama video clip-nya. dan pada saat lagu diputar, aku melihat julio sedang mengangguk kepalanya dengan keras dan cepat sambil mata tertutup lalu dia ngomong sendiri "kle, enak kali lagunya" trus dia berdiri dari kasur lalu berjalan lagi ke arah tv dan memberi beberapa jarak dan dia langsung ngomong ke aku
"cent disini enak kali buat moshing ya?
"agak sempit sih bagiku"
lalu pada saat pertengahan lagu, julio melakukan kuda-kuda dan bersiap-siap moshing di tengah kamar orang tuanya axel dan betapa lincahnya julio moshing dikarenakan sering moshing dan dia setiap hari workout sehingga dia pun bentuk tubuh yang maximal. pada saat lagu selesai, julio berhenti dan capek sebentar lalu kembali ke kasur untuk menenangkan diri.
selanjutnya julio nyuruh aku carikan video "japanese hardcore moshing" dan aku pun langsung mencari dan akhirnya dapet, memutar videonya dan aku menonton video segerombol orang jepang lagi moshing dan aku merasa bosan karena aku sudah pensiun moshing.
axel sudah selese mandi dan sekarang giliran julio yang mandi. pada saat julio mandi, aku mencari video "we came as romans" yang "glad you came" lagu setiap hari aku putar karena enak didengar dan aku pun mendengarkan lagu ini bersama axel yang memainkan COC-ku. setelah selese lagunya tanpa moshing aku pun langsung mencari "battlecross" yang "push pull destroy" pada saat diputar aku mendapat pesan BBM dari Maria
"vincent!" "khe ato axel bisa bawain aku helm?"
"ya"
"okk"
"khe kerumah wulan?" "dimana khe?"
"dirumah axel"
"otw cepet!" "khe cepetan kesini cungik (kayaknya yang nulis bukan maria)" " udah nunggu lama we"
"yaaaa"
APAAA!! maria ikut? ketemu mantan deh tapi gak apa apa lah. setelah menutup chat-nya oleh axel, aku pun mematikan tv dan bersiap-siap pergi. julio waktu lagi makek baju dan axel menyiapkan kunci motor dan uang tapi uangnya axel sengaja selipkan dibawah tv yang sangat lama di kamar axel. aku dan julio dipanggil untuk bantuin angkatin tv-nya. aku pun mengambil posisi yang benar dan mengangkat tv-nya dan axel dengan cepat mengambil uangnya dan kita pun langsung menaruh tv-nya pelan-pelan. pada saat sudah ditaruh semua jari tanganku dibagian kanan tertindih tc yang sangat berat. aku pun teriak kesakitan "AAH AAH JIAH" julio dan axel pun membantuku sambil tertawa dan akhirnya jari-jariku terbebas dari hukuman dan untung tidak ada yang penyet. saat aku menyentuh jariku yang tak terawat, mereka malah menertawakan aku tapi hanya sesaat. sebelum kita pergi julio meminta aku untuk download permainan "true skate" true skate adalah permainan yang sudah lama tidak aku mainkan dan pada saat beberapa temanku memainkan hp-ku dan bermain true skate ternyata bagi mereka ini menyenagkan dan beberapa temanku jadi ketagihan dan mencoba untuk mengunduh permainan tersebut berkat aku. aku pun selesai mengunduh dan julio akan memainkannya dirumah wulan. aku pun langsung meminta helm-nya axel untuk mantan wanita yang aku suka, Maria. dan axel pun memberiku helm dan kita pun pergi ketempat dimana au memarkirkan motorku. pada saat aku hendak memakai helm, julio mau tukeran helm dan aku pun menerima pertukarannya, aku pun memakai helm yang asing bagiku. aku pun merasa tidak nyaman memakai helm ini karena ada bantalan di bagian pipiku sehingga pipiku terasa tertekan. aku dan axel pun keluar dari pintu gerbang lalu menunggu julio yang lagi menutup pintu gerbang dan menaiki motorku dan kita pun mengendarai ke rumah wulan dengan pipi yang tertekan.
kita pun tiba dirumah wulan dan aku melihat wulan, tasya, maria, dan clara sedang asyik asyiknya meng-gosip tentang artis korea dan tidak melihat kita datang. kita pun memarkir motor dirumah orang yang kita gak kenal dan aku pun membuka helm, dan aku pun memijat pipiku karena bantalan yang ada dihelm tadi dan pun kita berjalan kerumah wulan dan kita pun ngomong-ngomong entah topik apa yang dibicarakan, aku dan julio duduk dan aku pun melihat julio sedang asyik-asyiknya main true skate.
sekian ceritaku yang part 1 aku akan melanjutkannya besok. cerita selanjutnya part 2 (perjalanan ke Mall Bali Galeria)
Ulang Tahun kok Malah Nangis
28 Agustus 2014
Ulang Tahun kok Malah Nangis
hari ini aku akan menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada temanku yang gemuk, pendek, chubby, cina, gamer, David. cerita ini aku simpan sejak tanggal 23 Agustus. david gak bisa merayakan ultahnya bersama keluarganya karena dia sedang ikut civita(semacam perkemahan rohani) dan dia akan merayakannya bersama teman dan kakak pembina
tanggal 23 Agustus adalah hari ultah nya David yang ke-14 dan aku waktu sedang civita aku dan beberapa temanku disuruh membuat drama. aku sudah dapat kelompok dan aku menjadi bima. sumpah aku gak tahu siapa bima trus ceritanya kayak bermain dadu dan seterusnya kalau kalian tahu.
hari menjelang malam, aku dan kelompokku sudah mendapatkan perannya dan apa yang harus dilakukannya, dan 1 kelas pun berjalan ke sebuah ruang yang besar tapi menakutkan, soalnya banyak temanku melihat hantu yang dengan cepat menghilang bagaikan petir.
saat sesi dimulai, para pembina menyuruh menata semua kursi meja dari sejajar menjadi persegi yang besar supaya para pemain bisa bermain dan gak kesempitan.
suara meja kursi yang diseret kesana kesini hampir membuatku ngilu dan aku bisa menahannya dengan mengoles pepsodent anti ngilu di bagian wajah. kursi mejapun sudah ditata sesuai perintah pembina tadi dan sekarang waktunya pertunjukkan.
kelompok temanku duluan yang ceritanya tentang transgender. dan akhirnya penampilannya bagus. dan kelompok ke-2 juga bagus. ceritanya tentang nobita dan shizuka melakukan hubungan sex di usia dini (karena tema civita ku ini tentang sex) lalu ada campuran dengan tokoh acara kartun yang membuat anak berbicara sendiri kepada TV, Dora. lalu ada lagi dukun yang mencoba membantu shizuka untuk tidak aborsi tapi hasilnya sia-sia. dan aku sempat mendapat tawa yang keras saat Dora yang diperankan oleh temanku yang berbadan gemuk, hitam, dan wajahnya dilumuri bedak yang membuat dia makin gelap, memakai tas wanita berlari mengelilingi ruangan sambil dengan semangat ngomong "berhasil" dan tanpa disadari dia tersandung oleh kakinya sendiri dan dia pun terjatuh dan pada saat jatuh dia membalikkan tasnya dan menjadi bantalan untuk kepalanya dan jatuhlah dia dalam keadaan tengkurap dengan suara perutnya saat berhubungan dengan lantai membuat ledakan bagaikan kentut setan.
selanjutnya kelompok-3, temanku maju dan menceritakan putri salju dan arjuna yang saling jatuh cinta. yang menjadi putri salju adalah orang yang sedang berulang tahun, David sedangkan yang menjadi Arjuna, si kucing pertigaan, Lion. dan aku sempat mendapat adegan seru. bukan putri salju dan arjuna melakukan sex tapi mereka malah kawin lari dan mereka pun kawin dan mereka pun lari sambil bergandengan tangan sambil dikejar oleh ibunya putri salju dan ayahnya arjuna. tiba-tiba si putri salju jatuh tanpa sebab, dan dengan senang arjuna menarik lengan kirinya putri salju dalam keadaan tengkurap.
dan selanjutnya kelompok-4, aku dan teman-temanku segera bersiap-siap untuk memulai pertunjukkan kita. aku pun melipat sarungku di kepala untuk membuat mask yang sering dipake maling. dan akhirnya hasilnya hancur. dan kita pun duduk dengan tak ada tepuk tangan sedikit pun.
dan kakak pembina berjalan ke David dan inilah dimana ceritanya dimulai. kakak pembina menatap david yang sedang duduk dengan fokus dan kakak pembina pun mulai memarahi david bermenit-menit.
beberapa menit kemudian temanku rista dan clara izin ke toilet dan kakak pembina pun mengizinkan dan mereka pun ke toilet dan kakak pembina pun melanjutkan memarahi david. lalu david disuruh berdiri dan maju ke depan dan berdiri ditengah ruangan dan disuruh meminta maaf kepada semua teman yang ada di ruangan tersebut. dan semua temanku tidak mau memaafkan karena suaranya kecil. semua ini hanya akting bahkan kakak pembina pun harus berakting, kakak pembinaku yang badannya pendek dengan suara yang kurang lebih seperti banci dan gak pernah marah dan sekarang kakak pembina disuruh tegas kepada david untuk sementara.
David pun mengulang perkataannya dengan suara yang keras dan pada saat kata per kata pun diucap, dia tiba-tiba mengusap matanya yang berisi air keran dan semua temanku melihat david menangis dan menyoraki david "HAAAAH DAVID NANGIS" dan kakak pembina pun menyuruh david untuk meminta maaf kepada semua temanku berupa kata dan salam dan david tanpa berpikir apa pun langsung memberi salam kepada salah satu temanku dan mengucapkan kata "maaf" kepada temanku yang pertama diberi salam dan melanjutkan ke teman sampingnya.
baru 6 orang yang sudah diberi salam dan maaf tiba-tiba aku gak tau siapa yang bilang "SELAMAT ULANG TAHUN, KAMI UCAPKAN" lalu semua dengan sontak ikut menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang sudah lama sekali dan tetap saja dinyanyikan karena sudah tradisi
semua temanku yang cowok bergerombol mengeroyok david dengan gosokan dibagian rambutnya lalu mengucapkan selamat ulangtahun kepada david. dan aku sempat melihat kakak pembina mengeluarkan senyum dan tawa, aktingnya si kakak pembina sudah selesai.
lalu aku melihat suara pintu ruangan terbuka dan aku hanya melihat sepasang tangan sedang memegang piring plastik kecil yang diatasnya ada donat yang ditusuk oleh lilin yang sudah dinyalakan oleh korek api. semua teman memberi jarak kepada david untuk membuat permohonan dan meniup lilinnya. david sudah membuat permintaan dan meniup lilin dari api menjadi asap kecil dan semua teman pada bertepuk tangan dengan keras dan duduk di tempat masing-masing dan kakak pembina mengambil mic dan berkata "kalian membuat kakak berdosa." kata dan tawa kecil dijadikan satu. semua kakak pembina yang ada di civita, semuanya orang rohani. lalu kakak pembina meminta maaf kepada david atas ketegasannya kepada david dan mengucapkan selamat ulang tahun, karena waktu sudah malam, kakak pembina meminta kita untuk berpegangan tangan antar teman dan mulailah kita berdoa yang dipimpin oleh kakak pembina.
doa pun selesai dan kita disuruh untuk kembali ke kamar kita masing-masing dengan suara tenang.
keesokan harinya adalah hari terakhir kita civita. setelah akhir kegiatan selesai kita melakukan rencana basah-basahan kepada david. pertama kita menyuruh david untuk ikut bermain petak umpet dan david pun yang malah menutup mata dan menghitung. dia bukannya menutup di tembok melainkan memeluk pohon kelapa sambil menutup mata. pada saat menutup mata, kita dengan aba-aba 1 sampai 3 langsung menyiram david dengan aqua gelas dan kita terus menyiramnya. seluruh gelas air habis lalu aku mengambil ember dan mengisinya dengan air kolam dan menyiram david tanpa rasa kasihan. lalu datanglah ibunya dan kakaknya yang mirip dengan david. kita gak menyadari bahwa selama kita menyiram david, kita sudah dilihat oleh ibu dan kakaknya apalagi waktu aku menyiram dengan ember penuh berisi air kolam, mati aku.
david mengambil tasnya yang sudah dikemaskan sejak tadi pagi dan mengeluarkan isi tasnya yang dibantu oleh ibunya dan akhirnya david ganti baju dan aku melihat keluargaku sudah menjemputku dan aku gak bisa menyaksikan apa rencana selanjutnya yang akan membuat david menderita. apakah rencana memecahkan telur dikepala david?, menyiram david dengan bedak? aku gak tau. aku pun berjalan ke mobil dan aku pun membuka pintu dan aku melihat seluruh keluarga ku dimulai dari ayah, ibu, kedua adikku, paman, bibi, kakek, nenek, menantu, mertua, ipar, sepupu dalam satu mobil (tapi bohong). aku pun masuk kedalam mobil dan pulang
sekian ceritaku tentang kesengsaraan david dan selamat ulang tahun yang ke-14 untuk temanku yang sering dibully david.





