5 november 2014
razia
hai, hari ini aku akan menceritakan ceritaku kemarin waktu aku kena razia.
aku waktu itu sedang disekolah. aku lagi asyik-asyiknya main bersama kevin dan teman-teman lainnya karena sudah jam pulang sekolah. lalu beberapa jam kemudian, kevin memintaku untuk mengantarkan dia pulang. lalu aku pun mengiyakan karena aku ini setia kawan. akhirnya kami pun berjalan kaki berdua mencari tempat parkir. pada saat aku tiba di parkir, ternyata motorku dihalang sama motor lain. aku pun sempat marah dihati "orang gila macam apa ngandang (menghalang) motor orang sembarangan?" lalu aku memundurkan motor orang lalu motorku sudah punya jarak untuk dikeluarkan. saat motorku sudah keluar, aku mengembalikan motor orang ke tempat motor itu mengandang motorku. lalu aku menghidupkan mesin motorku, lalu kevin mulai naik ke motorku dan akhirnya kami berangkat ke rumahnya kevin sambil berbincang-bincang tentang aku hampir berkelahi sama orang.
pada saat aku tiba didepan gangnya kevin, aku memutarkan motorku, lalu aku mulai mengendarai pulang sambil mendengar kevin bilang "hati-hati cent" aku menjawab dengan teriak diikuti angin "yaa"
pada saat aku dijalan, aku melihat dari jauh ada tanda "sedang perbaikan jalan" yang ditaruh di tengah jalan tapi aku bisa melewatinya. pada saat aku berhasil melewati tanda yang menghalang, aku melihat polisi yang merentangkan lengan kanannya kedepan dan tangannya diangkat keatas sambil merapatkan jari-jarinya yang terbungkus sarung tangan yang artinya berhenti. aku melihat polisi aja udah berdetak kencang jantungku apalagi disuruh ikuti polisi.
lalu polisi itu mengipaskan tangan kanannya keatas lalu kebawah berkali kali kearahku. aku pun mulai mengikuti polisi lalu ban motorku menginjak tanah apotik. aku pun mematikan mesin motorku lalu memasang dongkrak dan aku masih diam dimotor dengan perasaan takut lalu memucatlah wajahku. lalu polisi mendekati aku. aku gak bisa melihat wajahnya karena dia pakai kacamata hitam dan masker.
"dimana SIM dan STNK kamu?" tanya polisi dengan tegas
"gak punya pak" jawabku dengan sedikit pelan dan gemeteran. lalu polisi melihat-lihat motorku lalu dia mulai bertanya lagi tapi kali ini dia bertanya lebih tegas dari sebelumnya
"apa isi jokmu?"
" gak ada " jawabku dengan takut
"coba lihat" pinta polisi
aku pun mulai keluar dari motor, mengambil kunci motorku, lalu aku mulai mencari lubang kunci untuk membuka jokku dan akhirnya ketemu. aku pun memasukkan kunci motorku kedalam lubang kunci dan aku mulai memutarnya dan ada suara "klik" secara mendadak saat aku memutari kuncinya. lalu aku membuka joknya dan ternyata cuma berisi buku asuransi.
polisi pun meihat lalu bertanya dengan tegas yang mulai berkurang
"ini aja isinya?"
"ya" jawabku dengan rasa takut yang mulai memudar
"yaudah. kamu bawa motornya kesana." sambil merentangkan lengan dan tangannya dengan lurus sambil merapatkan jarinya diikuti dengan arah lengan dan tangannya. lalu aku pun mengangguk dan aku menutup jokku sampai terdengar bunyi "klik" lagi sekali. lalu aku dengan berdiri menggenggam setirannya dan aku melepaskan joknya dan aku berjalan sambil mendorong motorku ke tempat yang ditunjuk polisi tadi.
lalu aku memarkirkan motorku. dan aku melihat polisi lagi satu tapi yang gemuk. lalu aku mendengar polisi bertanya kepada polisi yang tadi menilangku
"ditilang nih?" bertanya dengan suara agak senang
"ya" teriak polisi yang tadi menilangku
lalu polisi yang gemuk memanggilku
"sini dulu dik" pintanya dengan tenang. perasaanku mulai lega karena aku sudah merasa kalau polisi ini baik. terdengar dari suaranya yang tenang dan agak berserak.
lalu aku berjalan ke polisi. lalu dia mulai bertanya
"dimana SIM dan STNK adik?" tanya polisi gemuk dengan tenang
"gak punya pak" jawabku
"kamu masih apa? SMP? SMA?" tanya polisi gemuk sambil melihat identitas bajuku. karena bajuku ditutupi rompi, polisi gak bisa liat aku sekolah dimana. lalu aku menjawab
"SMP pak" jawabku
"kamu mau kemana?" tanya polisi gemuk lagi
"pulang" jawabku
"helm mu mana?" tanya lagi
"gak bawa" jawabku
"kenapa?" tanya lagi
"soalnya jarak rumahku sama sekolahku dekat" jawabku dengan menjelaskan yang sejujurnya.
"yaa, walaupun dekat jauhnya rumahmu, harus tetap pakai helm. kalau kamu pakai helm pasti kamu gak kena tilang." polisi gemuk menyarankan dengan tenang
"oke pak" jawabku
lalu polisi mulai membuka buku yang tidak aku ketahui lalu dia mulai bertanya lagi.
"namamu siapa?" tanya polisi
"vincent" lalu polisi mulai menuliskan namaku walaupun mengalami kesulitan di awal namaku. lalu polisi mulai menanya
"pakai huruf V?"
"ya" jawabku lalu aku mulai membantu polisi gemuk mengeja namaku
lalu aku lihat polisi menulis lalu melihat motorku berulang kali dan aku hanya diam-diam melihat pengendara lainnya ditilang. lalu polisi memanggil namaku lalu dia memberikan pulpennya kepada ku untuk menandatangani surat pelanggarannya. aku pun mulai menandatangani surat pelanggarannya walaupun tanda tanganku jelek tapi polisi tidak menghiraukannya. lalu dia mulai memberitahuku
"oke nanti adik akan mengadakan sidang tanggal 26 november besok. nanti surat ini kasih ke orang tua adik ya?" sidang? aduh pasti aku bakalan dipenjara atau gak jadi DKP. lalu polisi gemuk melanjutkan
"sekarang mana kuni motornya?" pinta polisi untuk meminta kunci motorku. lalu aku memberikan kunci motorku lalu polisi melanjutkan "sekarang kamu pulang jalan kaki sambil dibawa tasnya ya?"
"ya pak" jawabku
lalu aku mulai mengambil tasku dan aku mulai berjalan kerumah dan memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai dirumah.
sekian ceritaku
P.S: aku sempat dimarahi ibuku saat aku memberikan surat pelanggaranku sedangkan ayahku cuma bertanya dengan sabar kenapa sampai aku ditilang dan kata ayahku bahwa ayahku punya teman. dan teman ayahku punya ibu yang kerja di kantor polisi yang dekat dengan rumahku. dan katanya motornya akan diambil keesokan harinya yaitu hari ini. berapa pun dendanya akan aku kembalikan.
razia
00.48 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar